Kapolres Sidrap Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp. 800 Juta

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kapolres Sidrap AKBP Witarsa Aji menghadiri acara Pemusnahan Barang Bukti Narkoba di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Sidrap, Kamis (13/7/17) siang. Ada pun narkoba yang dimusnahkan terdiri dari sabu 769,1794 gram, ekstasi 7 butir, 37 Alat isap sabu dan 2 timbangan digital.

“Penyalahgunaan Narkotika dari tahun ke tahun semakin meningkat,” ujar Kapolres pada keterangan persnya.

Witarsa menegaskan, perang terhadap narkoba akan terus berlanjut. “Karena betul-betul kalau lihat barang seperti ini, kita tidak main – main bagi pengedar maupun pemakai,” tegasnya.

Tema dari acara pemusnahan yaitu Satu Tujuan, Satu Sikap dan Satu Hati Untuk Negeri. Hadir dalam acara tersebut di antaranya Dandim 1420, Ketua Pengadilan, Kalapas Sidrap, Kepala Kesbang, Kasat Narkoba, Ketua BPN, Anggota DPRD, Ketua BNK, Pimpinan BRI Cabang Sidrap dan Para Tokoh Masyarakat Sidrap.

Di tempat yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Sidrap mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari penyitaan tujuh bulan terakhir. “Narkoba diperoleh dari beberapa kasus yang ditangani BNK dan Polri. Hal ini bukti sinergi instansi terkait,” katanya.

Selain dimusnahkan dengan cara dibakar barang bukti senilai Rp. 800.000.000 (Delapan ratus juta) rupiah tersebut juga diblender lalu dibuang di selokan depan kantor kejaksaan negeri sidrap.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda maka aparat Polri perlu mengambil tindakan tegas, bagaimana tidak, dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan dan hukum.

Penulis : Qadri

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password