Nyamar Jadi Pembeli, Pelaku Narkoba di Bulukumba Akhirnya Diciduk Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Unit Opsnal Sat Res Narkoba Polres Bulukumba berhasil menangkap pelaku yang diduga sebagai pengguna narkoba jenis sabu berinisial MA (22) di Dusun Salebbo, Desa Bijawang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Rabu (12/07/17) sekira pukul 20.00 Wita.

Penangkapan tersebut dilakukan dengan cara melakukan UCB (Under Cover Buy/Penyamaran) oleh salah satu anggota Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Bulukumba yang kemudian dilakukan penggeledahan badan dan penangkapan terhadap Pelaku dengan inisial Lel. MA (22). Dari penangkapan tersebut petugas berhasil menemukan Barang Bukti berupa 1 Sachet Kristal Bening yang diduga narkotika jenis shabu.

Tim Opsnal yang dipimpin oleh Wakapolres Bulukumba Kompol Syarifuddin, S.H dan KBO Sat Res narkoba IPDA Asbudi Tonis, S.Sos, M.H kemudian membawa pelaku ke Mapolres Bulukumba demi kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut serta diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Bulukumba untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut,” ujar KBO Sat Res Narkoba Polres Bulukumba.

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Selatan kian marak. Hal itu terlihat dari banyaknya pengungkapan kasus dan rehabilitasi penyalahguna narkoba. Beragam upaya, baik penindakan dan pencegahan pun terus digalakkan. Utamanya upaya memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.

Kepala Biro Napza dan HIV/AIDS Provinsi Sulsel, Endang Sukarsih mengatakan, sinergitas seluruh pihak sangat diperlukan untuk memerangi narkotika. Terlebih, sangat banyak pintu masuk, baik itu jalur utama maupun jalur tikus dari para penyelundup narkotika.

“Ada 62 pintu masuk terutama jalur laut di Sulsel yang bisa dimasuki untuk mengedarkan narkoba. Untuk mengantisipasinya, diperlukan sinergitas instansi, seperti Dinas Perhubungan,” kata Sri beberapa waktu lalu.

Khusus pintu masuk peredaran narkotika, dibutuhkan adanya pengawasan khusus dan penjagaan berkelanjutan di tiap pelabuhan. Dengan pengawasan melekat tersebut, akan mempersempit ruang gerak para penyelundup narkotika.

Akademisi dari Unismuh Makassar, Arqam Azikin, mengatakan narkotika termasuk extra-ordinary crime alias kejahatan luar biasa. Artinya, penanganannya pun membutuhkan usaha-usaha ekstra. Narkotika dilanjutkannya memang merupakan ancaman generasi muda dan membahayakan ketahanan bangsa.

“Program pencegahan narkoba yang dilakukan BNN merupakan salah satu program nasional pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang harus didukung oleh segala elemen. Mengenai kepemimpinan, haruslah mempunyai agenda kepemimpinan yang terstruktur dalam hal penanganan narkoba,” tuturnya.

Penulis : Harmeno

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password