Dua Begal Dilumpuhkan Team Opsnal, Dengan Timah Panas

Tribratanews.polri.go.id, Boyolali – Pagi tadi, Polres Boyolali melakukan Press Relase dengan awak media tentang ungkap kasus dua pelaku spesialis pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) motor yang sudah belasan melakukan aksinya, yakni Agus Dwiyanto alias Petrus (35) dan Gendro Widodo, alias Babi (32), keduanya warga Gemolong, Sragen, masing – masing harus merasakan timah panas bersarang di kakinya untuk kedua kalinya karena melawan saat ditangkap.

Seluruh aksi mereka dilakukan saat waktu subuh, mengincar kendaraan pedagang atau warga yang sedang berangkat ke pasar serta warga yang sedang salat subuh di masjid.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi, Rabu (12/7) menerangkan, kedua tersangka tersangka dibekuk setelah melakukan pencurian dengan kekerasan di Nogosari, 4 Juni lalu di subuh hari kepada seorang wanita warga Desa Bendungan, Kecamatan Simoo, yang hendak ke pasar Kaliyoso, Kabupaten Karanganyar. Modusnya, korban mengikuti korban dari rumah dan di tengah perjalanan, tepatnya di Jalan Raya Simo Simo – Nogosari, mereka menyemprotkan cairan cabai ke muka korban. Setelah korban berhenti, keduanya merampas sepeda motor beserta surat-surat kendaraan beserta uang sebesar Rp 200 ribu.

Setelah diburu selama sebulan, pada 5 Juni kemarin keduanya berhasil ditangkap di wilayah Kabupaten Grobogan. Polisi terpaksa menembak kedua kaki tersangka karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Saat diperiksa, ternyata mereka sudah belasan kali melakukan aksinya di wilayah hukum Boyolali. Pada 2014 lalu, mereka melakukan pencurian di sebuah Masjid di Klego. Sementara sejak awal tahun ini, mereka sudah 14 kali melakukan curat dan curas yang banyak dilakukan di masjid, pondok pesantren, dan pasar.  Aksinya selaku dilakukan saat waktu subuh, sebab mereka mengincar motor pedagang yang berangkat ke pasar serta motor warga yang sedang salat subuh di masjid.

“Mereka itu keduanya residivis dalam kasus yang sama dan keduanya sudah bekerja sama sejak lama,” terang Kapolres.

Saat ini, tersangka dan berbagai barang bukti seperti alat penyemprot cairan cabai, beberapa kunci letter T serta motor yang digunakan untuk tindak kejahatan sudah diamankan. Dari pengakuan mereka, sambung Kapolres, motor hasil kejahatan dijual ke seorang penadah di wilayah Jepara, rata-rata satu kendaraan dihargai Rp 3 juta.

“Mengingat daftar kejahatan para tersangka yang cukup panjang, kasusnya saat ini masih kita kembangkan,” kata Kapolres.

Salah satu pelaku, Agus mengakui, ia dan rekannya pernah dipenjara di Sragen selama satu tahun karena kasus yang sama. Dulu saat penangkapan, keduanya juga ditembak di bagian kaki karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Jadi saat ini, keduanya sudah dua kali merasakan timah panas menembus kakinya.

Penulis  : Shuro

Editor     : Umi Fadilla

Publish  : Shuro

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password