Ketahuan Warga Saat Merampas Motor, Pelaku Nekat Aniaya Korbannya Busur

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Resmob Polsek Makassar meringkus pelaku penganiayaan dengan menggunakan busur. Pelaku berinisial TA alias Uppi (20) warga jalan Jalahong Daeng Matutu, Rabu (12/07/17).

Berawal dari informasi warga diketahui keberadaan pelaku berada di rumahnya di Jalan Jalahong Makassar selanjutnya Resmob Polsek Makassar dipimpin Kanit Reskrim Iptu Theodorus Echael bergerak dan berhasil menangkap pelakku lelaki TA alias Uppi.

Dari hasil introgasi pelaku hendak melakukan aksi perampasan sepeda motor milik korban RE (15) warga Muh. Yamin Makassar namun lantaran aksinya ketahuan warga disekitar pelaku pun langsung melepas anak panah yang mengenai korban pada bagian bahu sebelah kanan.

Hingga saat ini korban masih dirawat di rumah sakit Wahidin Kota Makassar, selanjutnya pelaku di bawah ke Polsek Makassar guna penyidikan lebih lanjut.

Penganiayaan pada akhir-akhir ini sering terjadi dimana-mana, bahkan beritannya sering muncul di stasiun-stasiun TV, penganiayaan dilakukan karena berbagai masalah, kadang-kadang penganiaayan terjadi hanya karena masalah sepeleh saja misalnya akibat tersinggung, salah paham, dendam, dan masih banyak lagi.

Dalam Islam kita diajarkan untuk menolong orang yang dianiaya (dizalimi) bahkan syariat juga mengajarkan untuk menolong orang yang menzalimi, Apa maksudnya?

Dari Anas radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.”

Kemudian ada seseorang bertanya tentang bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim?

Beliau menjawab, “Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.” (HR. Bukhari, no. 6952; Muslim, no. 2584)

Berarti kita hanya menolong orang yang dizalimi atau disakiti, seperti dipukul dan dirampok. Namun orang yang menzalimi juga ditolong yaitu mencegah ia dari berbuat jahat berarti sudah menolongnya dari berbuat dosa.

Bisa jadi kita mengatakan pada yang ingin berbuat zalim, “Stop, berhenti.”

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz, mufti Kerajaan Saudi Arabia di masa silam berkata,

“Jika ada saudaramu yang menzalimi lainnya, maka katakanlah pada orang yang ingin berbuat zalim, “Jangan perbuat seperti itu, berhentilah!”

Jika ada yang ingin menzalimi dengan mengambil harta orang lain, maka tahanlah atau cegahlah dia. Itu termasuk menolongnya jika memang engkau punya kemampuan untuk mencegahnya.

Bentuk menolong orang yang berbuat zalim adalah mencegahnya dari kejahatan dirinya dan dari kejahatan setannya. Itu termasuk pula mencegah setannya berbuat jahat dan mencegahnya dari hawa nafsu yang batil.” (Lihat Fatwa Syaikh Ibnu Baz di sini: http://www.binbaz.org.sa/node/11388)

Penulis : Rosdiana

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password