Spesialis Maling Motor di Bone Tumbang Ditembak Polisi Saat Mencoba Kabur

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Anggota Reserse Mobile (Resmob) Polres Bone  terpaksa memuntahkan timah panas terhadap Ayyub (41). Pelaku pencurian sepeda motor ini terpaksa dilumpuhkan karena melawan aparat saat ditangkap dan berusaha kabur.

Warga jalan dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulsel, ini tumbang setelah timah panas menerjang paha kanannya.

Penangkapan yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bone Akp Hardjoko, tersebut, bermula dan berbekal laporan warga tentang kehilangan motor, polisi langsung melakukan penyelidikan.

Dari hasil serangkaian penyelidikan yang dilakukan, pelaku akhirnya terkuak. Pihak kepolisian pun berhasil menciduk Ayyub, belakang diketahui ternyata pelaku merupakan pecatan anggota TNI, Selasa (11/7/2017) sekira pukul 23.30 Wita.

Saat ditangkap, Ayyub berusaha menyerang aparat sehingga terjadi pergumulan dan menyita perhatian masyarakat yang melintas dilokasi.

“Saat hendak ditangkap,pelaku menyerang kami dengan obeng, sehingga terjadi pergumulan dan menyita perhatian masyarakat yang mellintas, dan berhasil kami amankan,” kata Harjoko.

Pelaku yang merupakan lulusan sarjana hukum itu, akhirnya dihadapan petugas berpakaian preman mengaku telah melakukan pencurian di wilayah Kabupaten Bone sebanyak 4 kali diantaranya, pada bulan April 2017 mencuri satu Unit motor Mio Soul Gt di jalan Jenderal Sudirman Watampone (dekat hotel Wisata).

Pada bulan Juli 2017 pelaku mengaku mencuri ditiga lokasi yakni di depan Alfamart jalan Jenderal Sudiriman  dengan satu unit motor Yamaha Mio Gt, di jalan Besse Kajuara  satu unit motor Fino dan di jalan Pisang Baru mencuri satu unit motor Honda Scoopy.

Namun saat diminta menunjukkan barang bukti, pelaku beringas merusak borgol yang melilit tangannya dan berusaha melarikan diri sehingga diberikan tembakan peringatan ke udara namun tak dihiraukan, mantan anggota TNI itu akhirnya tumbang dan tersungkur setelah paha kananya bocor dengan timah panas petugas.

“Saat dilakukan pengembangan pencarian barang bukti, pelaku ini memberontak lalu merusak borgol dan berusaha melarikan diri, kami berikan tembakan peringatan namun tidak dihiraukan sehingga pelaku dilumpuhkan dengan menembak paha kanannya, dan dilarikan ke Rumah Sakit Tenriawaru Bone,” ujar Kasat Reskrim.

“Setelah mendapat perawatan medis, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Bone untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” tutur Hardjoko.

Maraknya aksi curanmor ini hampir terjadi di sejumlah daerah, mulai dari desa hingga kota. Jika pemilik kendaraan bermotor lengah, maka pelaku curanmor akan leluasa mengambil kendaraan tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Sejumlah faktor yang menjadi penyebab terjadinya kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Faktor itu antara lain adalah karena faktor ekonomi, faktor lingkungan, faktor pendidikan, faktor penegakkan hukum, faktor individu dan faktor perkembangan global.

Sedangkan modus-modus operandi yang digunakan oleh pelaku curanmor antara lain berpura-pura meminjam atau menyewa motor, mengunakan kunci letter T yang digunakan untuk merusak rumah kunci, mengintai, membuntuti dan kemudian menghadang calon korban. Pelaku curanmor kadang juga melakukan kredit dengan menggunakan identitas palsu, menyebar paku dijalan-jalan tertentu dan berpura-pura mencari tempat tinggal (tempat kos/kontrakan) di suatu wilayah.

Di sejumlah media massa, setiap saat kita mendapatkan informasi terjadinya aksi curanmor. Kondisi ini menyebabkan masyarakat mengeluhkan makin banyaknya aksi pencurian kendaraan bermotor. Kalau di rata-rata hampir tiap hari ada pencurian kendaraan bermotor (curanmor), terutama di daerah ini, Sulawesi Selatan. Para pencuri pun juga semakin nekat dan berani.

Penyebab pencurian pun juga beragam dan terkesan banyak juga yang sepele. Ada yang ditaruh di parkiran kemudian raib, lantas ada juga yang diserobot di jalan, bahkan ada juga yang karena sepele seperti karena ditinggal memancing, ditinggal belanja di dasar dan lainnya.

Dengan kondisi semacam itu, maka hal ini memberi sinyal kepada kita semua para pemilik motor untuk lebih ekstra hati-hati dan waspada bahwa pelaku-pelaku pencuri motor mengintai motor kita dimanapun dan kapanpun.

Bisa jadi, semakin banyaknya motor yang dicuri lantaran jumlah sepeda motor juga bertambah sangat banyak di masyarakat. Maka wajar jika pencurian sepeda motor juga banyak yang memenuhi laporan kantor polisi. Sekarang ini, orang dengan mudah memiliki sepeda motor karena penjual memang memberikan kemudahan. Namun di sisi lain, juga menjadi ancaman baik di jalanan maupun jadi incaran kejahatan.

Kita tentu tidak bisa melarang pengetatan kepemilikan sepeda motor di masyarakat. Karena bagaimana pun alat transportasi ini memang dibutuhkan masyarakat untuk kemudahan mobilitas. Namun yang bisa dilakukan adalah memberikan imbauan agar masyarakat pemilik sepeda motor lebih berhati-hati dan waspada. Ketika ditinggal parkir maka harus dipastikan sepeda motor sudah terkunci.

Jangan sampai angka pencurian sepeda motor terus bertambah di masyarakat. Hal itu akan menjadi preseden buruk bagi rasa keamanan masyarakat. Meski sebenarnya penyebab kriminalitas pencurian sepeda motor itu bukan semata-mata karena faktor aparat keamanan tetapi juga karena keteledoran pemilik yang menyebabkan munculnya kesempatan pelaku beraksi.

Untuk itu, kita semua berkewajiban mengeliminasi kasus-kasus pencurian sepeda motor. Tugas terdepan memang ada di pundak aparat kepolisian selaku penjaga keamanan masyarakat. Kita khawatir jika setiap hari masyarakat disuguhi kasus-kasus atau kejadian pencurian sepeda motor, maka akan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat akan minimnya rasa aman, atau setidaknya masyarakat akan berkurang rasa percayanya kepada kinerja aparat.

Hal itu juga akan membuat para pencuri sepeda motor makin percaya diri melakukan aksinya. Jika sampai ada pemahaman semacam itu di kalangan para pelaku pencurian maka hal ini akan makin membahayakan keamanan masyarakat. Untuk itu, salah satu cara lain untuk menekan maraknya aksi pencurian sepeda motor ini adalah dengan melakukan tindakan keras dan tegas kepada pencuri sepeda motor. Sehingga akan meningkatkan rasa aman di mata pemilik sepeda motor.

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password