Dialog Interaktif, Kapolda Gorontalo Ajak Masyarakat Berantas Radikalisme

Tribratanews.polri.go.id – Polda Gorontalo, Kapolda Gorontalo Brigadir jenderal Polisi Drs. Rachmad Fudail MH,  melaksanakan Dialog Interaktif yang dilaksanakan di Ruang Loby Mapolda Gorontalo bersama Rektor UG Bapak Prof. Dr. Ibrahim Achmad SH. MH,  Ketua oumbusman Halim Niode propinsi Gorontalo, ketua adat Karim Pateda, Pembina Yayasan UG Dua Limo Pohalaa Drs. Rustam Akili serta Ketua Bem UG.

Adapun Tema Dialog yaitu : “Menangkal Radikalisme dan meningkatkan sumber daya Manusia yang berkualitas dengan dilandasi Nilai –  Nilai kebangsaan”.

Dalam dialog tersebut Kapolda Mengungkapkan bahwa radikalisme tidak boleh berkembang di indonesia karena merupakan nilai –  nilai yang tidak baik,  karena mereka itu intoleren, fanatik, dan revolusioleren,  karena persatuan dan kesatuan itu harus kita utamakan,  dan apabila hal tersebut akan timbul konflik hal tersebut akan merugikan bangsa indonesia itu sendiri.

IMG_7168

Kapolda mengajak kepada seluruh komponen Masyarakat untuk menyamakan persepsi bersatu dengan Polri untuk membrantas paham radikalisme yang dapat memecahkan persatuan dan kesatuan bangsa.”ungkapnya”

Pada kesempatan itu pula rektor UG memberikan komentar bahwa peran perguruan tinggi dalam menangkal radikalisme semenjak mahasiswa  masuk keperguruan tinggi beliau menyampaikan bahwa para dosen telah memberikan pembekalan terhadap bahaya paham radikal,  yang menurutnya memang radikal sudah ada dimana – mana,  untuk itu yang dilakukan oleh perguruan tinggi  yang menanamkan nilai –  nilai keagamanan yang tidak menyimpang dari ajaran agama yang sebenarnya. ” tuturnya”

Disamping itu pula ketua Oumbusman mengatakan  nilai –  nilai keagamaan diPropinsi Gorontalo itu sangat banyak yang menurutnya hal itu dilaporkan oleh media –  media dimana Gorontalo dikenal dengan adat tradisional dan keagamanan ,  yang dalam sejarah Gorontalo mempunyai satu sosiologis yang mempunyai  nilai –  nilai kebangsaan,  mengingat dengan  tema yang diangkat dalam kegiatan  dialog ini adalah moment yang sangat baik mengingat dengan adanya pemahaman radikal sangat cepat berkembang berupa ancaman teroris, untuk itu beliau  menyampaikan bahwa untuk menangkal radikalisme tentunya mengharapkan peran dari semua warga masyarakat  Gorontalo untuk tidak membiarkan paham – paham radikal yang masuk ke Propinsi Gorontalo yang dapat merugikan kita semua. “jelasnya”

Dalam tanggapan dari ketua adat dan pembina yayasan UG serta Ketua bem UG memberikan apresiasi dengan adanya kegiatan Kapolda melaksanakan persamaan pendapat menghilangkan paham – paham radikal yang ada dipropinsi Gorontalo,  yang tentunya menurut mereka bahwa  hal ini adalah merupakan peran dan kerjasama kita semua untuk sama –  sama dalam membasmi  paham radikal yang dapat memecahkan persatuan dan kesatuan bangsa yang ada di Negara kesatuan Republik indonesia.

Terakhir Kapolda menambahkan bahwa dengan adanya pelaksanaan kegiatan HUT Bhayangkara ke –  71 ini merupakan  suatu moment yang baik bagi Polri untuk lebih menyatu dengan masyarakat dan menghimbau agar masyarakat jangan takut untuk datang kepolda, Polres dan Polsek dalam hal meminta payanan dan perlindungan hukum kepada Polri,  karena beliau menyampaikan bahwa kedepan Polda Gorontalo melalui SPN Batudaa yang saat ini sedang dibangun adalah untuk memberikan nilai lokal anggota Polri yang lahir langsung dari SPN Batudaa yang tentunya jadi nilai positif  dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang dapat menghilangkan pemahaman –  pemahaman yang berbeda dalam melakukan penindakan perbedaan pendapat  yang terjadi di masyarakat. “tutupnya”

Penulis         : Halim

Editor           : Umi Fadilah

Publish         : Fandi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password