TINDAK KEKERASAN KLITHIH : Polsek Pakem Sleman Tetapkan Empat Tersangka Penganiayaan di Pakisaji Candibinangun Pakem

tribratanews.polri.go.id JOGJA – Perkembangan kasus penganiayaan pembacokan yang terjadi di depan Gapura dusun Pakisaji Candibinangun Pakem, petugas penyidik polsek Pakem Sleman telah menetapkan empat tersangka, diantaranya tiga nama baru dan satu tersangka dari sebelas yang diduga sebagai pelaku pembacokan terhadap korban Rahmat warga Purwobinangun Pakem Sleman, Senin (10/1/2017).

Kapolsek Pakem Kompol Sudaryanto menyampaikan kejadian bermula saat korban an AT. Rahmat Putu Ramlan pelajar dari MAN Pakem beserta teman-temannya pulang dari sekolah menggunakan roda 2 melintasi Jl. Pakem-Turi sekitar pukul 15.30 wib. Sesampainya di depan Gapura Ds. Pakishaji korban diteriaki oleh sekelompok pelajar tersebut dan kemudian berhenti. Setelah berhenti korban kemudian dihampiri oleh tersangka RNS (17) beserta teman lainnya. Namun saat sedang berhadapan korban tiba-tiba diserang pelaku bersama teman-temannya. Korban jatuh tersungkur setelah menerima sabetan clurit dari pelaku RNS.

Mengetahui korban terjatuh para pelaku kemudian melarikan diri. Korban kemudian dilarikan ke puskesmas setelah mengalami luka sobek pada lengan sebelah kanan.

Mendapati informasi para pelaku melarikan diri diwilayah Pakem, petugas kemudian melakukan pengejaran. Dari pengejaran berhasil diamankan.

Setelah dilakukan pemeriksaan dari sebelas pelajar tersebut, penyidik mendapatkan nama baru pelaku tersangka penganiayaan. Para pelaku diantaranya merupakan pelajar SMA diwilayah Turi berinisial IAP warga Jetis Jogopaten Pendowoharjo, RN warga Baratan Candibinangun Pakem, TS warga Kembangarum Donokerto Turi, dan ZH warga Donomulyo Donokerto Turi.

Dari pengakuan tersangka mereka mengakui telah melakukan penganiayaan.

Adapun peran pelaku masing-masing IAP membawa rantai besi, RNS pelaku pembacokan dengan clurit, TS membawa kayu jenis pentungan, dan ZH membawa stik besi. Sedangkan untuk saksi adalah MR, KD, GR, dan AT, yang keseluruhannya juga pelajar dari SMA wilayah Turi dengan peran sebagai joki.

“Pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kami lakukan penahanan. Sementara untuk pelaku lainnya yang tidak terlibat dipulangkan,” ujar Kapolsek.
Pelaku nantinya akan dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Undang-undang Darurat No 12 tahun 1951 tentang senjata tajam. Untuk barang bukti berupa 1 buah clurit, 1 buah stik besi lk 0,5 meter, 1 buah rantai besi, 1 buah jaket, helm, dan 5 spm roda 2 kini diamankan di Mapolsek. (krz-jay)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password