Warga Bone Digegerkan Penemuan Mayat Pria Paruh Baya di Rumah Kontrakan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Jelang Magrib, Warga Kota Bone digegerkan dengan penemuan mayat pria di atas ranjang di rumah kontrakannya jalan Sungai Seraya, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulsel, Kamis (6/7/2017) sekira pukul 17.30 Wita.

Belakang diketahui, sosok mayat pria itu bernama Muh. Natsir Dg. Nyonri, berusia 46 tahun asal BTN Bumi Permai, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, yang bekerja sebagai pengawas konsultan proyek jalan di Kabupaten Bone.

Dari penelusuran tribratanews, mayat pria tersebut ditemukan pertama kali oleh rekannya bernama Apri Donni (34) warga jalan MH. Thamrin Watampone.

Bermula saat Apri mendatangi rumah kontrakan tersebut bersama temannya dengan membawa meja tennis untuk di simpan di kontrakan tersebut, melihat pagar tergembok, akhirnya Apri memutuskan memanjat dan masuk ke dalam rumah. Namun pintu kamar korban terkunci, Apri yang berusaha mengetuk dan teriak memanggil korban tak kunjung dihiraukan.

Mengira korban sedang tertidur pulas, Apri lalu memanjat dinding kamar dan menyiramkan air ke muka korban dengan maksud membangunkan namun tetap tak direspon.

Rasa penasaran Apri makin menjadi jadi, dan memutuskan mendobrak pintu kamar korban bersama temannya dan menemukan korban terbaring di atas ranjang dengan menggunakan sarung cokelat. Saat diperiksa, Apri kagetnya bukan kepalang mengetahui rekannya tersebut telah tiada, meninggal dunia.

Dari penemuan itu, Apri lalu menghubungi pihak Kepolisian Sektor Tanete Riattang, Polres Bone.

Menerima laporan tersebut, Kapolsek Tanete Riattang A. Asdar, A.Md bersama anggotanya dan tim identifikasi Polres Bone mendatangi TKP dan langsung mencatat saksi saksi, melakukan olah TKP dan menghubungi keluarga dekat korban.

“Kami langsung terjun ke TKP setelah menerima laporan, melakukan olah TKP, catak saksi saksi dan menghubungi keluarga korban,” Tutur A. Asdar.

Masih Kapolsek, “selanjutnya korban di bawa ke Rumah Sakit Tenriawaru Bone dengan mobil ambulance dikawal aparat kepolisian untuk dilakukan Visum Et Refertum,” tutupnya.

Dari informasi yang dihimpun, korban tinggal di rumah kontrakannya seorang diri sejak bulan Juni 2017 atau baru sekitar satu bulan dan bekerja sebagai kontraktor bangunan yang dipekerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bone sejak 2 tahun lalu selaku pengawas konsultan proyek jalan.

Kematian adalah perkara yang pasti dan tak bisa dihindari, tidak mungkin ada yang bisa lari darinya. Namun seribu sayang, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.

Kata Umar bin Abdul Aziz, “Aku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.” (Tafsir Al Qurthubi)

Ingatlah tak mungkin seorang pun lari dari kematian,

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumuah: 8).

Harus diyakini kematian tak bisa dihindari,

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa: 78).

Semua pun tahu tidak ada manusia yang kekal abadi,

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya: 34).

Yang pasti Allah yang kekal abadi,

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27).

Lalu setiap jiwa pasti akan merasakan kematian,

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.” (Tafsir Al Quran Al Azhim, 3: 163).

Jadilah mukmin yang cerdas,

Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

Penulis : Harmeno

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password