Menyentuh, Polisi Ini Bantu Keluarga Janda Lansia Nek Bama Korban Bencana Puting Beliung Untuk Berobat Gratis

Tribratanews.polri.go.id, Sumut – Perhatian anggota Polri pada Nek Bama, 80 tahun, yang tertimpa bencana angin kencang (puting beliung) di Desa Lantasan Lama Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang, Rabu malam, (5/7/2017), membuat keluarga ini tersentuh.

Seperti dilansir dari portal media online UTAMANEWS, Nek Bama dan keluarganya sama sekali tidak menyangka aparat kepolisian dari Polsek Patumbak peduli, bahkan Kapolsek Kompol Afdhal Junaidi SIK langsung datang memberi perhatian pada keluarga ini.

Angin kencang itu menerbangkan atap rumah dan juga merobohkan bebatuan tiang pondasi atap seng, bahkan akibat angin kencang tersebut, 2 dari 12 anaknya, serta 2 cucunya terluka kena hantaman batu dan atap seng.

“Kejadiannya semalam nak, saat saya baru selesai sholat dan baru saja ingin berdiri merapikan sajadah, tiba-tiba anak lelaki saya teriak menjerit sambil memegang kepalanya yang berdarah disusul dengan tangisan cucu-cucu saya yang menangis. Saya lihat batu bata berserak dan seng atap rumah udah di lantai,” ujar Nek Bama, Kamis (6/7).

Nek Bama masih menyesal tidak bisa membantu anaknya. “Karena saya tidak bisa berjalan normal lagi jadi anak saya suruh keluar meminta bantuan kepada kakaknya,” ujarnya lsambil menunjuk arah luar rumahnya.

Lebih lanjut, janda yang ditinggal suaminya sejak tahun 1986 ini terus menangis sesunggukan teringat bantuan tak disangka, yang datang dari personel Polsek Patumbak setelah itu.

“Terima kasih pak Polisi, terima kasih sudah membantu anak saya, terima kasih sudah mau datang ke rumah saya,” pungkasnya.

Siti Sarah Lubis, 47 tahun, putri nek Bama menjelaskan bahwa saat kejadian, adiknya Alamsyah, datang menggedor rumah sambil memegang kepalanya yang berdarah.

“Kak tolong bawa saya berobat,” ujar Sarah menirukan ucapan Alamsyah.

Siti Sarah mengatakan bahwa adiknya itu terkena batu bata yang roboh, sambil menjelaskan bahwa adiknya juga tidak tahu keadaan yang lainnya.

“Langsung saya bawa ke klinik dekat rumah supaya memberhentikan darahnya, setelah itu saya bawa dia ke rumah untuk istirahat. Selang beberapa menit rumah saya digedor, tak tahunya pak Polisi yang datang,” ungkapnya.

Menurut Sarah, dirinya terkejut kenapa polisi yang datang, padahal ini bencana alam.

“Terkejut kali aku dek, mana saat itu hujan deras dengan angin kencang, kok malah polisi yang datang? Apa adik saya mau ditangkap, pikir saya waktu itu,” ujarnya kemudian.

Sarah kemudian mengapresiasi kedatangan Aiptu Darmo Kiswanto, anggota Binmas Polsek Patumbak saat kejadian bencana itu sambil menunjukkan jempolnya ke atas, menandakan mantap, salut dan puas.

“Untung ada pak Polisi, rupanya si Alamsyah kepalanya masih mengeluarkan darah terus. Jadi kami ditemani pak polisi ke rumah sakit, biayanya pun ditanggung mereka,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Sarah bahwa bencana tahun ini lebih parah dari kasus dua tahun yang lalu, karena menghancurkan puluhan rumah warga dan juga hujannya berlangsung beberapa jam.

“Kami sekeluarga ingin mengucapkan terima kasih kepada pak Polisi dari Polsek Patumbak karena mau membantu keluarga kami dan juga keluarga-keluarga yang lainnya yang tertimpa musibah ini, karena menurut saya ini bukanlah merupakan tugas mereka, tetapi mereka melakukannya dengan ikhlas dan pagi ini saja mereka juga mengawal dan membantu perangkat desa memberikan bantuan sarapan kepada kami dan warga lainnya,” pungkasnya.

Ditemui di lokasi kejadian, Kapolsek Patumbak Kompol Afdhal Junaidi SIK mengatakan bahwa pertolongan personil Polsek Patumbak pada keluarga nek Bama merupakan wujud “Polisi Cinta Rakyat.”

“Mengetahui adanya bencana yang menimpa masyarakat, kami langsung tergerak untuk mencari tahu apa yang bisa kami bantu,” tutur Kompol Afdhal.

Kapolsek menyatakan bahwa kehadirannya ke lokasi bencana untuk menerima aspirasi dan masukan dari warga terkena bencana dan memberikan solusi pasca bencana.

Informasi dihimpun dari UTAMANEWS, korban luka-luka akibat bencana ini empat orang, yaitu Muhammad Yakob Lubis (27) Alamsyah Lubis (22) Mutia Lubis (5) dan Karya Lubis (4), sedangkan untuk kerugian material diperkirakan ratusan juta rupiah, dengan kerusakan puluhan rumah warga.

Terpisah, Muhammad Asril, dari Medan Jurnalis Club mengapresiasi tindakan personil Polsek Patumbak yang langsung cepat tanggap atas musibah yang menimpa masyarakatnya.

“Polsek Patumbak dengan lugas merealisasikan keinginan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menunjukkan ‘Polisi cinta rakyat’. Ini patut kita apresiasi. Semoga modernitas dan profesionalitas Polri membuatnya semakin dipercaya,” ungkap Asril.

Penulis Rico (Sumber utamanews)

Editor Umi Fadilah

Publish Rico

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password