Kapolres Sleman : Kecil atau Besar Diameter Petasan Adalah Berbahaya

Tribratanews.polri.go.id – Jogja, Polres Sleman mengamankan delapan remaja lantaran nekat meledakkan petasan saat malam takbir yang lalu, Sabtu (24/05/2017). Delapan remaja ini tertangkap tangan saat sedang asik membunyikan petasan di empat lokasi yang berbeda, di Margerejo Tempel, Denggung Sleman, Tlogoadi Mlati, dan sepanjang jalan Maguwoharjo Depok.

Jajarannya yang sedang berpatroli menahan TTDS (24), DPW (22), FME (23), DFA (21), YA (32), EK (22), TWH (30) dan BK (26). Menurut Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria saat dikonfirmasi juru warta TribrataNews membenarkan penahanan delapan remaja tersebut.

“Ini sebagai bentuk upaya kepolisian dalam menyadarkan masyarakat bahwa mercon atau petasan seberapa pun bentuknya, sangat membahayakan bagi dirinya dan orang lain di sekitarnya,” tegasnya, Kamis (6/7/2017).

Kapolres menambahkan, upaya yang dilakukan jajarannya adalah sebagai efek jera bagi yang lain maka pihak Kepolisian pada malam takbir melakukan sweaping dan penangkapan. Dan ini tidak terlepas dari laporan masyarakat yang masuk melalui media sosial yang dimiliki oleh Polres Sleman.

“Apapun yang namanya petasan adalah bahan berbahaya dan tidak boleh dibunyikan secara sembarangan. Semua bahan peledak sudah diatur dengan undang-undang jadi tidak boleh seenaknya dinyalakan”, tambahnya.

Dari informasi yang didapat petugas, pembuat mercon dalam penyampaiannya kepada petugas menerangkan, bahan baku petasan diperoleh dari Magelang dan Kebumen. Mereka rata-rata memesan melalui online dengan COD (Cash On Delivery) ditempat yang sudah disepekati. Olehnya barang yang sudah jadi ada yang dijual dan ada yang dinyalakan sendiri. Para pelaku dijerat dengan UU Darurat No.12 tahun 1951 tentang bahan peledak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

penulis : Agung Jogja
editor : Umi Fadilah
Publish : Jay Jogja

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password