Warga Jakpus Terdakwa Penyelundup Sabu 1 Kg Jalani Sidang Perdana

Tribratanews.polri.go.id-Polda Jawa Timur,   Resa Puryono alias Daeng (37) warga Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, yang jadi terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu 1 kg, Rabu (5/7/2017) menjalani sidangan perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, dengan agenda dakwaan.

Dalam sidang yang digelar di Ruang Garuda PN Surabaya, Jaksa Penuntut umum (JPU) Wilhelmina Manihutu dari Kejari Surabaya, mendakwa Resa Puryono dengan pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat 2 Undang undang RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan anncaman hukuman mati.

“Terdakwa Resa Puryono telah membawa narkotika jenis sabu sebanyak 1 kg dan telah melanggar pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2) Undang undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” terang JPU Wilhelmina Manihutu dalam membacakan dakwaan.

Dijelaskan dalam dakwaan, Resa Puryono ditangkap petugas Dit Reskoba Polda Jatim pada 18 Januari 2017 lalu saat pesta sabu di kamar 219 Favehotel Mex Jl Tegal Sari, Surabaya. Sabu itu diambilnya dari seorang bandar Narkoba bernama Can Can di Pontianak, Kalimantan Selatan. “Dia diperintah oleh Amin, terdakwa lain dalam berkas terpisah untuk mengambil sabu ke Can Can,” terang Jaksa Wihelmina saat dikonfirmasi usai.

Selanjutnya, sabu tersebut dibawa terdakwa ke Surabaya melalui jalur laut. “Sabu itu ditaruh di dalam dus mie instan hingga sampai di Surabaya,” sambung JPU Wihelmina.

Usai mendengar dakwaan, kuasa hukum terdakwa Fariji dari LBH Lacak, menerima tanpa mengajukan eksepsi sehingga Ketua Majelis Hakim Djaenuri langsung melanjutkan sidang dengan pembuktian.

AKP Kharisudin dari Dit Reskoba Polda Jatim sebagai saksi penangkap menyatakan, terdakwa membawa sabu dari Pontianak ke Surabaya melalui jalur laut. “Kami mendapatkan informasi bahwa di Favehotel Mex kamar 219 Jl Tegalsari, sedang berlangsung pesta sabu,” terangnya.

Mantan Kasat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini menjelaskan, saat dilakukan penggerebekan, terdakwa sedang pesta sabu bersama teman wanitanya, Erni. “Setelah melakukan penggeledahan, kami menemukan dua bungkus plastik berisi sabu masing–masing seberat 970 gram dan 2,52 gram,” pungkas AKP Kharisudin.

Setelah menganggap keterangan saksi cukup, Hakim Djaenuri menutup persidangan dan meminta Jaksa Wihelmina untuk menghadirkan saksi lainnya pada persidangan berikutnya.

Usai persidangan, Fariji menjelaskan kliennya bukanlah pemilik sabu yang total beratnya 1 kg. “Dia itu cuma seorang kurir bukan pemilik,” belanya saat dikonfirmasi.

Sementara JPU Wihelmina saat dikonfirmasi usai sidang menjelaskan bahwa Resa Puryono terancam penjara paling ringan 20 tahun dan paling berat vonis mati. Menurutnya, terdakwa Resa dipisahkan dari terdakwa lainnya (Amin) dan diangkut khusus oleh mobil tahanan milik Kejati Jatim. “Karena alasan keamanan, Resa Puryono yang sering diancam terdakwa Amin kami bedakan penahanannya. Dia kami pindah ke LP Sidoarjo,” pungkas JPU Wihelmina

Penulis : Herry

Editor    : Umi Fadilah

Publish : Herry

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password