Lerai Keributan, Tamu di Pesta Pernikahan Dipukuli Botol

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Unit Resmob Polres Sinjai yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Akp Sardan berhasil mengamankan pelaku penganiayaan HB (34) yang terjadi di jln. KH. Agus Salim Kel. Balangnipa, Kec. Sinjai Utara, Kab. Sinjai, Kamis (06/07/17) pukul 02.15 wita.

Kejadian yang berawal saat korban YN melerai pertengkaran yang terjadi diacara pesta pernikahan dijalan KH. Agus Salim, namun secara tiba–tiba datang pelaku HB yang memegang sebuah pecahan botol minuman dan langsung memukulkan botol tersebut dikepala korban yang mengakibatkan korban mengalami luka robek yang cukup serius pada bagian kepala dan pipi korban dan korban dibawa ke RSUD Kabupaten Sinjai untuk mendapatkan perawatan

Respon cepat unit Resmob Polres Sinjai segera mencari keberadaan pelaku dengan mengumpulkan berbagai informasi dari masyarakat sekitar tempat kejadian perkara, dan akhirnya pelaku dapat diamankan dirumah kerabat terdekatnya, dan selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolres Sinjai guna proses hukum lebih lanjut.

Penganiayaan pada akhir-akhir ini sering terjadi dimana-mana, bahkan beritannya sering muncul di stasiun-stasiun TV, penganiayaan dilakukan karena berbagai masalah, kadang-kadang penganiaayan terjadi hanya karena masalah sepeleh saja misalnya akibat tersinggung, salah paham, dendam, dan masih banyak lagi.

Dalam Islam kita diajarkan untuk menolong orang yang dianiaya (dizalimi) bahkan syariat juga mengajarkan untuk menolong orang yang menzalimi, Apa maksudnya?

Dari Anas radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

 “Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.”

Kemudian ada seseorang bertanya tentang bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim?

Beliau menjawab, “Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.” (HR. Bukhari, no. 6952; Muslim, no. 2584)

Berarti kita hanya menolong orang yang dizalimi atau disakiti, seperti dipukul dan dirampok. Namun orang yang menzalimi juga ditolong yaitu mencegah ia dari berbuat jahat berarti sudah menolongnya dari berbuat dosa.

Bisa jadi kita mengatakan pada yang ingin berbuat zalim, “Stop, berhenti.”

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz, mufti Kerajaan Saudi Arabia di masa silam berkata,

“Jika ada saudaramu yang menzalimi lainnya, maka katakanlah pada orang yang ingin berbuat zalim, “Jangan perbuat seperti itu, berhentilah!”

Jika ada yang ingin menzalimi dengan mengambil harta orang lain, maka tahanlah atau cegahlah dia. Itu termasuk menolongnya jika memang engkau punya kemampuan untuk mencegahnya.

Bentuk menolong orang yang berbuat zalim adalah mencegahnya dari kejahatan dirinya dan dari kejahatan setannya. Itu termasuk pula mencegah setannya berbuat jahat dan mencegahnya dari hawa nafsu yang batil.” (Lihat Fatwa Syaikh Ibnu Baz di sini: http://www.binbaz.org.sa/node/11388)

Penulis : Qadri

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password