Antisipasi Korban, Satreskrim Tindak Tegas Pedagang Miras

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jawa Timur, Mengantisipasi jatuhnya korban jiwa akibat pesta miras, Satreskrim Polres Banyuwangi mengambil sikap tegas. Sejumlah pedagang yang diduga menjual minuman keras dirazia. Dua penjual ditetapkan sebagai tersangka atas pelanggaran pasal 204 dan 300 KUHP.

Pedagang pertama yang ditindak bernama Achmad SH (37), asal Jalan Citarum Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi. Penjelasan Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Sodiq Effendi, pelaku kini tinggal di Jalan Bromo, Lingkungan Singodipuro, Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi. Sembilan botol arak Bali dalam kemasan botol bekas air mineral ukuran 600 mililiter disita sebagai bukti.

“Barang itu dibeli pelaku dari pemasok asal Jembrana, Bali berinisial KT. Order melalui telepon, lalu pengiriman menggunakan jasa bus antara kota antar propinsi. Ongkos pengiriman dibebankan kepada pelaku dengan cara membayar kondektur bus yang dititipi barang oleh pemasok,” jelasnya saat jumpa pers di Mapolres Banyuwangi, Rabu (5/7/2017).

Per botol arak ukuran 600 mililiter dibeli Achmad seharga Rp 21 ribu. Miras itu kemudian dijual kembali Rp 25 ribu. Menurut AKP Sodiq, sudah dua kali pelaku melakukan order dengan KT.

“Pengiriman sebanyak dua kali. Sekali kirim 20 botol yang dikemas dalam kardus. Berarti ada 40 botol arak Bali yang diperdagangkan. Tiga puluh satu botol sudah laku dan yang sembilan berhasil diamankan,” tambahnya.

Akibat perdagangan miras tanpa ijin ini, pelaku dijerat dengan pasal 300 KUHP dengan sanksi tindak pidana ringan. Jeratan lebih berat dijatuhkan kepada Slamet Mujiono (47), warga Jalan Gandrung, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri. Selain diancam dengan pasal 300 KUHP, pedagang miras ini juga dijerat dengan pasal 204 KUHP dengan ancaman diatas 15 tahun.

Bisnis miras telah dilakoni Slamet selama empat tahun terakhir. Pekerjaan ini berawal pada tahun  2013 silam dan baru berhenti setelah ditangkap petugas 1 Juli 2017. Sebanyak 35 botol miras diamankan petugas sebagai bukti.

“Rinciannya, arak Bali dalam kemasan botol bekas air mineral ukuran 1500 ml 10 biji, 15 botol miras serupa dalam kemasan botol 600 ml, 2 botol anggur putih dan 8 botol Newport,” paparnya.

Kasatreskrim menambahkan, minuman berbahaya bagi kesehatan itu diterima pelaku melalui jasa kurir yang datang ke kediamannya. Satu jerigen arak Bali bervolume 30 liter dibeli dengan harga Rp 950 ribu. Selanjutnya miras berkadar alkohol tinggi ini dikemas ulang dalam botol ukuran 600 dan 1500 ml.

“Sama seperti Achmad, per botol arak Bali ukuran 600 ml dibandrol pelaku Rp 25 ribu dan Rp 60 ribu untuk 1500 ml. Untuk anggur putih dan Newport yang dibeli Rp 40 ribu dilego kepada pembeli Rp 45 ribu,” sambungnya didampingi Kasubaghumas AKP Bakin dan KBO Reskrim Iptu Hadi Waluyo. Sebelumnya, dua warga Kota Banyuwangi meninggal usai mengkonsumsi miras oplosan sehingga petugas mengambil sikap tegas.

Penulis : Andri

Editor   : Umi Fadilah

Publish : Andri

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password