Polres Sinjai Siap Mengawal Seluruh Tahapan Pilkada Sinjai Tahun 2018

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Terkait persiapan pelaksanaan pilkada tahun 2018, Kepala Kepolisian Resor Sinjai Ajun Komisaris Besar Polisi (Akbp) Ardiansyah melaksanakan kunjungan sekaligus koordinasi dengan ketua KPUD Sinjai, Selasa (04/07/17).

Kedatangan Kapolres Sinjai didampingi kasat Intelkam Polres sinjai Akp Sahusdan disambut langsung oleh ketua KPUD sinjai M. Arsal Arifin,SE bersama komisioner KPUD sinjai, dan sekretaris KPUD sinjai Drs. M. Haris, M.Pd.

Kapolres Sinjai Akbp Ardiansyah, S.Ik, M.H mengatakan bahwa kunjungan ini dilaksanakan untuk koordinasi dengan pihak KPUD sinjai terkait kesiapan mengahadapi tahapan Pemilihan Kepala Daerah Gubernur Sulsel dan Pemilihan Kepala Daerah Bupati Sinjai yang pelaksanaannya serentak ditahun 2018.

“Segala sesuatunya harus kita persiapkan dan selalu koordinasi, demi kelancaran semua tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Gubernur Sulsel dan Pemilihan Kepala Daerah Bupati Sinjai, dengan harapan pelaksanaannya berjalan lancar dan aman sesuai yang kita harapkan bersama,” ucapnya.

Lanjut Kapolres Sinjai mengatakan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan KPUD sinjai terkait tahapan agar terus dilakukan koordinasi dengan pihak pengamanan, dan pihak KPUD sinjai dan pihak pengamanan dalam hal ini Polres sinjai terus bersinergi agar pelaksanaan pilkada berlangsung aman kondusif.

Pada kesempatan tersebut pihak KPUD Sinjai menyampaikan bahwa pihak KPUD meminta dilakukan pengamanan sejak bulan Oktober 2017 karna ada beberapa kegiatan diantaranya perekrutan PPS, PPK dan pemantau Pilkada.

Dan Terkait Calon bupati perseorangan data kelengkapan akan diserahkan sekitar bulan Desember 2017 untuk dilakukan verifikasi yang terdiri dari foto copy KTP dan surat pernyataan dukungan dan kemungkinan ada pengerahan massa, serta pada tahapan pendaftaran, penetapan serta penentuan nomor urut calon, pihak KPUD Sinjai mengharapkan pengamanan yang cukup ekstra.

Dan terakhir Kapolres Sinjai menuturkan bahwa pihaknya Polres Sinjai siap mengawal dan mengamankan seluruh tahapan Pilkada, agar berjalan lancar dan aman sesuai harapan kita bersama.

Rangkaian pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada) masih terus bergulir hingga saat ini, sejak dilaksanakan pertama kali pada pertengahan tahun 2005. Dinamika penyelenggaraan Pilkada sudah kita ketahui bersama melalui berbagai pemberitaan di mass media, baik cetak maupun elektronik.

Termasuk munculnya berbagai prediksi terhadap pelaksanaan Pilkada, mulai dari prediksi optimis dengan landasan objektif yang dibumbui rumus-rumus yang memusingkan kepala. Hingga prediksi yang asal-asalan sekedar ingin menyenangkan salah satu calon peserta.

Dalam konteks pemilihan kepala daerah secara langsung, mungkin berbagai kesulitan, halangan, atau kesalahan dalam proses pelaksanaannya dipastikan menimbulkan perdebatan atau perbenturan pendapat yang bercorak-ragam. Sepanjang pergulatan antara berbagai kepentingan dilakukan dalam koridor demokratis dan dengan cara-cara yang fair, tentu sangat berguna bagi lahirnya ide-ide baru untuk penyempurnaan Pilkada berikutnya.

Berdasarkan Pasal 56 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, telah diamanatkan perihal menyelenggarakan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang dilaksanakan secara langsung oleh rakyat. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR,DPD dan DPRD.

Prinsip dasar yang dianut dalam pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah dalam rangka mengembangkan nilai-nilai kehidupan demokrasi dengan mengedepankan penggunaan hak kedaulatan dan politik rakyat secara demokratis, transparan dan akuntabel. Sedangkan asas yang digunakan dalam pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Dengan demikian idealnya, setiap warga negara dapat terjamin penggunaan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani tanpa adanya tekanan dari pihak-pihak tertentu.

Tidak dipungkiri, dalam praktiknya pelaksanaan Pilkada selalu menimbulkan gejolak, terbukti tidak ada satupun penyelenggaraan Pilkada yang berjalan zonder konflik, yang umumnya berakar dari ketidakpuasan terhadap hasil akhir Pilkada. Sebagaimana diketahui dalam conflict fuctionalism terdapat konsep deprivation dan sense of injustice.

Pada konsep ini, perasaan diperlakukan secara tidak adil merupakan penyebab timbulnya konflik. Di luar kemungkinan adanya upaya mobilisasi massa dari pihak yang memiliki kepentingan-kepentingan tertentu. Munculnya beragam konflik yang menyertai pelaksanaan Pilkada sejatinya ingin menggambarkan bahwa pelaksanaan Pilkada tidak lagi sekedar pertarungan untuk memperebutkan kursi nomor satu di daerah yang diharapkan mampu membawa daerah pada kehidupan yang lebih baik.

Tetapi lebih dari itu adanya sebuah pertarungan antar berbagai kekuatan dengan modal sumber daya yang tidak terbatas, apalagi dengan dibalut oleh satu tujuan “yang penting calonku menang”. Padahal, proses pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung pada dasarnya bukan sekedar memilih siapa yang akan menjadi pimpinan daerahnya, melainkan lebih dari itu, suatu proses pembelajaran kehidupan berpolitik dan demokrasi yang terwadahi dalam suatu koridor hukum yang benar.

Pengalaman keberhasilan penyelenggaraan Pemilihan Umum Legislatif, Presiden dan Wakil Presiden yang telah berhasil dan berjalan dengan baik dan diakui oleh dunia internasional, hendaknya dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga dalam rangka pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung oleh rakyat.

Agar penyelenggaraan Pilkada berlangsung dengan sukses, tentu harus dibarengi dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif. Disinilah peran penting Polri sebagai pengemban fungsi pemerintahan yang bertugas sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, untuk bertanggung jawab dalam mengawal pelaksanaan Pilkada agar berjalan dengan damai dan tertib.

Penulis : Harmeno

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password