Kanit Intel Polsek Subah Kawal Rapat Masalah Antara Pt. MAS dan Karyawan BHL Terkait Pembagian THR

Tribratanews.polri.go.id.Polda Kalbar.Polres Sambas-Subah, Senin (3/7/2017) pukul 10.00 wib telah datang 30 perwakilan BHL (Buruh Harian Lepas) ke Dinas Sosnakertrans Kabupaten Sambas guna mengadukan adanya permasalahan terkait pembayaran tunjangan hari raya di PT. MAS (Mitra Abadimas Sejahtera) Kecamatan Subah yang tidak sesuai dengan Permen Naker No.6 Tahun 2016.
Perwakilan diterima oleh Bapak Lutfi Amir, SH selaku Kasie Pengupahan dan Jaminan Sosial Dinas Sosnakertrans Kabupaten Sambas.

Ikut dalam pembahasan permasalahan tersebut, selain Bapak Lutfi Amir, SH dan Bripka Sunarto yang merupakan Kanit Intelkam Polsek Subah, yaitu Bapak Kimsen, selaku Kepala Desa Madak, Ir. Edy Suryadi, selaku Ketua F-HUKATAN (Federasi Kehutanan,Industri Umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan) Kabupaten Sambas, General Manajer Chora Group Bapak Yusuf Syafaat, Perwakilan BHL (Buruh Harian Lepas) Pt. MAS Kecamatan Subah sebanyak 30 orang.

Bripka Sunarto menjelaskan bahwa datangnya sebanyak 30 orang buruh harian lepas di Pt. Mas Kecamatan Subah ke Dinas Sosnakertrans Kabupaten Sambas diawali dari pihak perusahaan yang tidak mengindahkan Permennakertrans No. 6 tahun 2016 tentang kewajiban perusahaan memberikan tunjangan hari raya kepada karyawan perusahaan sesuai dengan masa kerjanya mengacu pada UU No. 13 tahun 2009 tentang Ketenagakerjaan. Disisi lain, pihak perusahaan mengungkapkan bahwa mengalami masalah financial yang menyebabkan pembayaran tunjangan hari raya bagi karyawan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Namun demikian, Sunarto menerangkan dalam pertemuan tersebut telah ditemukan kesepakatan untuk mengatasi permasalahan itu yaitu Pihak perusahaan/pengusaha bersedia membayar Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2017 sesuai peraturan perundang-undangan maupun Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 771/Disnakertrans/2017 dan Surat Edaran Bupati Sambas Nomor : 800/383/Nakertrans-C/2017 tentang pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan bagi pekerja diperusahaan kepada pihak pekerja/buruh, Pihak perusahaan/pengusaha bersedia membayar Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2017 untuk pekerja/buruh yang merayakan Idul Fitri dibayarkan paling lambat akhir bulan Juli 2017, sedangkan untuk pekerja/buruh yang merayakan Natal akan dibayarkan H-7 menjelang Natal (25 Desember 2017) dan Pengangkatan Buruh Harian Lepas menjadi Syarat Kerja Utama akan dievaluasi oleh perusahaan sesuai peraturan perundang-undangan setiap 3 bulan sekali. Acara selesai jam 13.40 wib. Selama kegiatan berlangsung situasi dalam keadaan aman dan terkendali. Terangnya.

Penulis :Budhi Prayitno
Editor. :Umi Fadhilah/Sugeng Hs
Publish. :Cucu Safiyudin

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password