Aiptu Agung Sukojo Anggota Polsek Grogol yang Hobi Menggambar Karikatur

Polisi tidak melulu harus berhubungan dengan senjata, tersangka, maupun barang bukti. Seperti Aiptu Agung Sukojo misalnya. Dia bisa menuangkan kegemarannya menggambar untuk menunjang aktivitas dinasnya.

 

Mapolsek Grogol tampak lengang siang kemarin. Jarum jam menunjuk pukul 15.00. Lima petugas sedang siaga berjaga. Di ruang sentra pelayanan kepolisian (SPK) yang berada paling depan markas polisi itu, seorang anggota berseragam dinas terlihat sibuk. Uniknya, dia tidak sedang membersihkan senjata atau mengerjakan tugas kepolisian. Namun sesuatu yang lain. Itu terlihat dari meja kerjanya yang berserakan krayon berbagai macam warna. Perangkat lukis tersebut dia coratcoretkan di lembar buku gambar. Selain krayon ada pula alat lukis untuk media cat air. Beberapa batang kuas dan pewarnanya. Lalu sejumlah pensil warna juga ada di sana. Ya, itulah aktivitas Aiptu Agung Sukojo, kepala SPK Polsek Grogol. Dia menggambar untuk mengisi waktu senggangnya. “Ini sedang menjalani hobi,” ujarnya sembari tersenyum. Walaupun sedang berbincang-bincang, krayon warna hijau di tangannya tampak bergerak lincah.

 

Pria 43 tahun ini tidak terlihat canggung atau bingung saat memberikan warna. Tangannya terus memoles kertas putih di depannya dengan berbagai macam warna sehingga membentuk sebuah pola. Pria yang biasa dipanggil Agung ini memang memiliki kegemaran menggambar. Dengan hobinya tersebut, semuanya menjadi terasa menyenangkan dan tidak membosankan. Apalagi tugasnya di SPK mengharuskannya terus bersiaga. “Kita kan pelayannya masyarakat. Harus siap menerima pengaduan kapan pun,” ujar pria yang tinggal di Jalan Himalaya, Mojoroto, Kota Kediri ini.

 

Saat situasi aman kondusif, tidak banyak yang bisa dilakukan selain berjaga di ruang SPK. Ketika itulah terkadang rasa jenuh dan bosan datang. Namun dengan hobinya menggambar, Agung dapat memanfaatkan sehingga waktu itu tidak terbuang percuma. “Saya corat-coret buku gambar, tibatiba saja jam piket sudah mau habis,” tambahnya sambil tertawa. Agung memang gemar menggambar sejak kecil. Saat bermain, bapak dua anak ini sering meminta kapur dan menggunakannya untuk menggambar di dinding rumah. Walaupun demikian orang tuanya tidak pernah memarahi. Tetapi justru memuji hasil gambaran pria asli Mojoroto ini. Itulah yang membuatnya semakin mencintai aktivitas gambarmenggambar. Alumnus SMAK St. Agustinus Kota Kediri ini sempat bercerita tentang pegalamannya saat muda. Ketika itu ada guru SMA-nya yang terkenal galak sedang marah-marah. Agung yang sedikit suntuk dengan kemarahan sang guru berusaha mengalihkan perhatian dengan menggambar. Dia melukiskannya dalam bentuk karikatur. Setelah jam pelajaran berakhir, gambar guru itu pun selesai. Teman teman yang melihat hasilnya menjadi terhibur dengan ekspresi lucu sang guru dalam gambar Agung. “Lumayan menghibur mereka biar suntuknya nggak kelamaan,” kenang suami Sri Mupangati ini.

 

Agung semakin hobi menggambar saat menjadi polisi. Apalagi saat ia harus piket atau berjaga di malam hari. “Biar bisa terus terjaga,” akunya. Banyak hal yang menjadi tema dan objek gambar Agung. Tetapi paling senang menggambar karikatur. Alasannya, melalui lukisan itu ia bisa mengkritik namun dengan nuansa jenaka. Sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain.- DIDIK (Res Kdr Kota)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password