Hari Bhayangkara Ke – 71 : Berperan Sebagai Rahwana Kapolda Bali Hibur Para Anggotanya

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Syukuran Hari Bhayangkara ke-71 yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada Senin (3/7) sangat memukau para undangan yang hadir. Kekreatifan panitia dalam mengemas acara hiburan yang ditampilkan di panggung kehormatan patut diancungi jempol.

Salah satu acara hiburan yang mendapat perhatian para undangan yaitu ketika panitia menampilkan Tari Janger Inovatif Promoter dengan mengambil lakon Janger Ramayana. Penampilan tarian ini dikemas layaknya Opera Van Java yang merupakan salah satu program acara ditayangkan televisi swasta Indonesia. Keistimewaan dari tarian ini, semua penarinya adalah anggota Polri.

Riuh tawa para undangan terdengar ketika tampilnya sosok Rahwana yang diperankan langsung oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose dengan dikawal oleh tiga prajuritnya. Ketiga prajurit ini diperankan oleh Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, S.I.K., M.Si., Kasat Brimob Polda Bali Kombes Pol. Laksana, S.I.K. dan Kepala Sekolah Polisi Negara (Ka SPN) Singaraja Kombes Pol. Jefri Yanus Endolemba Torunde, S.I.K.

Meskipun latihan  dalam hitungan Jam  namun Kapolda dan Para pejabat pada saat memainkan peran tersebut, terilihat terampil setiap langkah, gerak dan dialog yang diucapkan Rahwana dan ketiga pengawalnya membuat para undangan tertawa dan sangat terhibur. “Ini sangat luar biasa, tidak menyangka kalau Kapolda Bali akan ikut menari dalam acara ini. Rahwana (Kapolda Bali) sangat lucu saat merayu Dewi Sinta,” ungkap AKBP I Made Sukendra usai menyaksikan penampilan Tari Janger Inovatif Promoter.
WhatsApp Image 2017-07-04 at 10.50.17
Saat dikonfirmasi terkait penampilannya saat acara syukuran Hari Bhayangkara ke-71, Kombes Pol. Hengky Widjaja, S.I.K., M.Si. mengatakan, terbentuknya tarian ini berawal dari perlombaan tari yang disaksikan langsung oleh Kapolda Bali, dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-71 yang diselenggarakan pada Senin (5/6) lalu. Saat itu, Kapolda Bali langsung menyampaikan ide kreatifnya, agar para peserta lomba tari dilatih kembali untuk ditampilkan pada saat acara syukuran Hari Bhayangkara dan Kapolda Bali akan ikut serta sebagai penari.

“Kapolda Bali ingin menunjukan sekaligus membuktikan kepada masyarakat Bali tentang kecintaannya terhadap Pulau Bali dengan cara ikut serta melestarikan budaya Bali dan menjaga keamanan wilayah Bali,” ujar Kabid Humas Polda Bali saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/7).

Dalam tarian tersebut, melibatkan 42 penari janger yang merupakan perwakilan Polwan bertugas diseluruh satuan kerja Polda Bali. Untuk mengolah gerak tubuh agar kelihatan indah saat menari, panitia mendatangkan pelatih dari ISI Denpasar. “Bapak Kapolda ikut latihan hanya satu kali, saat melaksanakan geladi kotor di Nusa Dua,” terang mantan Kasat Reskrim Polres Gianyar ini.

Kabid Humas Polda Bali menambahkan bahwa lakon tarian ini diambil dari cerita pewayangan Ramayana. Namun, karena terbatas oleh waktu saat pentas sehingga ceritanya hanya diambil sepenggal saja. Tarian ini dikisahkan berawal dari pertemuan Rahwana dengan Dewi Sinta, melihat kecantikan Dewi Sinta, Rahwana pun berniat ingin memilikinya.  Kemudian Rahwana mengeluarkan segala cara untuk merayu dan menghibur Dewi Sinta agar bersedia hidup bersama. Namun usahanya gagal karena Dewi Sinta sangat setia pada Rama. Akhirnya Rahwana marah dan ingin membunuh Dewi Sinta.

“Bali dikenal dengan seni dan tariannya serta dengan panorama alamnya sangat indah , unik karena memiliki adat, budaya dan masyarakat yang memiliki rasa toleransi tinggi. Dengan adanya hal ini, Bali menjadi destinasi pariwisata terbaik di dunia saat ini. Mari bersama-sama menjaga Pulau Bali yang kita cintai ini,” imbuh perwira lulusan Akpol tahun 1993 ini.

Penulis : Bina Wartawan

Editor   : Umi Fadilah

Publish : I Made Ardana

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password