Polsek Sintang Kota Laksanakan Himbauan Dan Sosialisasi Larangan Penambangan Emas illegal

Tribratanews.polri.go.id, Polda Kalbar-Polres Sintang, Informasi dari masyarakat tentang maraknya penambangan emas secara illegal dialiran sungai Kapuas membuat Kapolsek Sintang Kota IPTU Ruslan A. Gani, SH. segera mengambil langkah dan tindakan.

Meskipun belum genap satu bulan menjabat Kapolsek Sintang Kota, namun IPTU Ruslan sudah banyak menerima informasi dari masyarakat terkait kegiatan penambangan emas illegal.
Maka pada Senin 03/07/2017 Kapolsek Sintang Kota memerintahkan Kanit Intelkam Aiptu Fauzi Anwar, Kasi Humas Aipda Sutino, Bripka Satriadi dan Bhabinkamtibmas kelurahan Mekar Jaya Brigadir Trillian untuk melaksanakan kegiatan himbauan agar para penambang emas menghentikan kegiatannya.

Pelaksanaan kegiatan himbauan berlangsung mulai pukul 13.00 wib s/d 16.45 wib dan dilaksanakan langsung dilokasi para penambang bekerja di sepanjang aliran sungai kapuas wilayah RT. 06 dan 07 dusun Sungai rambai kelurahan Mekar Jaya dan Kelurahan Mengkurai kecamatan Sintang.

Dalam pelaksanaan kegiatan himbauan tersebut Personil Polsek Sintang Kota juga membawa serta ketua RT. setempat yaitu sdr. Hamdan.

“Mohon kiranya Bapak-bapak agar menghentikan kegiatan penambangan secara illegal karena selain memang melanggar Undang-undang yang berlaku, kegiatan tambang emas illegal juga dapat menimbulkan penyakit akibat pemakaian merkuri serta merusak lingkungan dan ekosistemnya. Kami dari Polsek Sintang Kota menghimbau agar Bapak-bapak bisa beralih menggeluti pekerjaan lain yang tidak illegal”, demikian Bhabinkamtibmas Brigadir Trillian menyampaikan himbauan.

Terkait dengan adanya kegiatan PETI ini, Kapolres Sintang melalui Paur Subbag Humas Iptu Hariyanto, mengatakan bahwa larangan dan himbauan sudah sering dilakukan bahkan tindakan tegas dengan merazia serta mengamankan alat mesin untuk kerja penambangan emas sudah berulang kali dilakukan bahkan dengan melibatkan gabungan aparat TNI, Sat Pol PP dan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Sintang, kendati demikian para pekerja berhenti sementara dan kemudian mengulangi kembali pekerjaannya dengan alasan mencari makan dan biaya anak sekolah karena Sawit dan Karet harganya turun. Sehingga mencari emas merupakan usaha yang dipertahankan. ” Sudah dilakukan koordinasi dengan Pihak Pemda dan instansi terkait lainnya namun belum ditemukan solusinya, namun demikian kita tetap lakukan langkah-langkah pre~emtif dan prepentif,” unjar Iptu Hariyanto.

Penulis : Tino
Editor : Umi Fadilah
Publish : Cucu Safiyudin

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password