Polres Dompu Bantah Hidayat Mati karena Dianiaya

Tribratanews.polri.go.id –  Polda NTB. Kapolres Dompu AKBP Jon Wesly Arianto SIK membantah kabar santer di masyarakat yang menuduh polisi adalah penyebab meninggalnya Hidayat, warga asal Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ia menjelaskan, Hidayat ditahan selama tiga hari di sel Polres Dompu, karena dituduh melakukan percobaan pencurian di Desa Karijawa, Dompu. Saat itu, Hidayat nyaris dihakimi warga, namun berhasil diselamatkan petugas. Bahwa meninggalnya pria berusia 23 tahun tersebut, lantaran epilepsi, penyakit bawaannya sejak kecil yang sewaktu-waktu kambuh.

Di hari ketiga penahanannya, ia kejang-kejang. Petugas segera membawanya ke rumah sakit.

Tidak benar adanya penganiayaan. Hidayat mengidap epilepsi. Kita antar ke rumah sakit dan dia meninggal di sana. Justru kami (polisi-red) yang selamatkan dari amukan warga,” jelas Kapolres di Dompu, menjawab isu yang menyudutkan polisi, bahwa Hidayat tewas karena dianiaya petugas, Jum’at (30/6).

AKBP Jon Wesly Arianto juga dengan tegas membatah adanya oknum anggotanya yang disebut-sebut meminta uang tebusan kepada keluarga korban.

“Anggota yang piket sudah diperiksa seluruhnya. Tidak ada yang meminta uang,” tuturnya.

Dari Mataram, Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti secara lebih rinci menjelaskan, bahwa Hidayat mengalami epilepsi, dan mengeluarkan busa dari mulutnya di dalam tahanan. Penyidik yang menangani perkaranya dengan langsung membawa yang bersangkutan ke RSUD Dompu. Menurut dokter di rumah sakit tersebut, Hidayat harus dipindahkan ke ICU untuk penanganan yang lebih intensif. Tetapi, pihak keluarganya mengatakan tidak memiliki biaya, sehingga praktis biaya rumah sakit ditanggung pihak Polres.

“Diagnosa dokter menyatakan, Hidayat meninggal karena epilepsi yang menyebabkan berhentinya denyut jantung dan dislokasi pada lengan sebelah kiri serta ada benturan pada bagian kepala,” jelas Polwan berpangkat AKBP itu.

Hidayat meninggal di RSUD Dompu pada Kamis, (29/6). Atas kejadian tersebut pihak keluarga menyatakan ikhlas atas meninggalnya Hidayat dan tidak akan mempermasalahkan lagi di kemudian hari.

“Kapolres Dompu memberikan santunan untuk penguburan kepada keluarga Hidayat,” jelas AKBP Dra Tri Budi Pangastuti.

Sebelumnya diberitakan, Hidayat meninggal karena dianiaya oleh polisi. Bahkan menurut kakak Hidayat, Iwan, Selama tiga hari di dalam tahanan Polres Dompu, dia dan keluarga tidak diperbolehkan menjenguk. “Kami dilarang jenguk Hidayat. Oknum polisi malah meminta uang tebusan Rp 5 juta sampai Rp 20 juta,”tutur Iwan.

Karena tidak memiliki uang tebusan, Iwan dan keluarganya langsung kembali ke Bima. Namun di tengah perjalanan pulang, mereka tiba-tiba dihubungi polisi melalui telepon genggam jika adiknya sudah berada di Rumah Sakit Dompu.

Sekitar pukul 00.00 Wita jelang Jumat dini hari, Hidayat dinyatakan meninggal dunia, kemudian dibawa pulang ke Kota Bima menggunakan ambulans polisi.

Editor: Umi Fadilah

Publish: Alam / Veri

Sumber: Kicknews.today

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password