Kompol Stev Liatpasen : Suka Duka Menjabat sebagai Kapolsek selama 25 Tahun

Tribratanews.polri.go.id – Polda Papua, Hari Bhayangkara menjadi moment penting bagi seluruh anggota Polri, kebahagiaan bagi anggota di seluruh tanah air. Polri memiliki tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks diera digital seperti sekarang ini.Hari Bhayangkara yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2017, merupakan Hari Bhayangkara ke-71. Sebuah usia yang tidak muda lagi bagi Polri dalam berkiprah dalam memberikan pengayoman, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Diusia ini, Polri terus berkomitmen dalam membangun Polri secara profesional dan modern guna meningkatkan kepercayaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan program Kapolri, Promoter, Profesional Modern dan Terpercaya.

Perayaan Hari Bhayangkara tahun ini, juga dirasakan oleh Kompol Stev Liatpasen. Kompol Stev saat ini menjabat sebagai Kapolsek Nabire Kota. Uniknya, yang bersangkutan telah diberi amanah dan kepercayaan mengemban tugas sebagai Kapolsek selama 25 tahun. Dari mulai tahun 1991 sampai November 2016.

Kompol Stev Liatpasen, lahir di Adonara NTT, pada tanggal 5 September 1963. Selain sebagai Kapolsek, Kompol Stev juga diberi kepercayaan dan dikaryakan oleh Kapolda Papua untuk mengelola Satpol PP di Nabire. Berdasarkan Surat Perintah Kapolda Papua Nomor : Sprin/399/VI/2016, Kompol Stev ditunjuk sebagai Kasatpol PP Nabire, dan dilantik oleh Bupati Nabire pada tanggal 3 Maret 2017.

Kompol Stev, merupakan sosok yang ulet dan tekun. Lewat tempaan pendidikan yang diikutinya. Mulai dari masuk Secaba Milsuk 1985/1986. Dilanjutkan dengan mengikuti pendidikan Sekolah Inspektur Polisi tahun 2001. Disamping itu, Kompol Stev juga bergabung dalam pendidikan spesialisasi Intelijen Lanjutan di Soreang Bandung pada tahun 2006.

Kegigihannya dalam mengabdi kepada masyarakat, telah banyak tugas dan tanggung jawab yang diberikan padanya. Berawal tahun 1986/2001, bergabung sebagai anggota Polsek ILU (Polres Paniai) yang mana sekarang Polsek tersebut sudah menjadi Polres Puncak Jaya Papua.

Selanjutnya pada tahun 1991/2000, diberikan kepercayaan sebagai Kapolsek ILU selama 4 tahun. Sukses sebagai Kapolsek ILU, Kompol Stev kembali mendapat amanah untuk memimpin Polsek Paniai Barat pada tahun 2004. Selanjutnya, hasil kerja yang bagus mengantarkan Kompol Stev memperoleh jabatan yang sama untuk memimpin KPPP Laut Nabire pada tahun 2004.

Dua tahun berikutnya tahun 2006, Kompol Stev menjabat Kapolsek lagi untuk wilayah Paniai Timur selama 7 tahun.

Pada tahun 2013, kembali Kompol Stev diberi kepercayaan untuk memimpin Polsek Nabire Kota, selama 3 tahun.

Tanda jasa yang dimiliki oleh Kompol Stev Liatpasen, sebagai berikut :

1. Setia Lencana Kesetiaan 8 Tahun, Nomor : Skep/1008/IX/1999 tanggal 07 September 1999
2. Setia Lencana Kesetiaan 16 Yahun, Nomor : Skep/367/VI/2006 tanggal 15 Juni 2006
3. Setia Lencana Kesetiaan 24 Tahun, Nomor : Skep/277/VI/2011 tanggal 15 Juni 2009
4. Bintang Bhayangkara Naraya dari Bapak Presiden RI, Nomor : Skep/18TK/Tahun 2011 tanggal 22 Maret 2011
5. Setya Lencana GOM IX/Raksaka Dharma dari Panglima Angkatan Bersenjata, Nomor : Skep/412/VII/1996 tanggal 4 Juli 1996

Kemudian prestasi yang diemban selama menjabat Kapolsek selama 25 Tahun oleh Kompol Stev Liatpasen, adalah :
1. Selama penugasan pertama di Wilkum Polsek ILU (Polres Puncak Jaya), turut membantu masyarakat suku Dani dalam hal pembangunan tempat ibadah Gereja GIDI di Lingkungan atau wilayah hukum Polsek ILU, baik dari segi susunan kepanitiaan pembangunan maupun juga membantu berupa barang, seperti seng, paku dan lainnya, untuk membangun tempat ibadah.

2. Operasi Tumpas Matoa 2011 tentang Penanggulangan Gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata Di Wilayah Hukum Polres Puncak Jaya dan Polres Paniai, Nomor : Sprin/561/X/2011 tanggal 14 Oktober 2011.

3. Pada saat menjabat sebagai Kapolsek Kota Nabire, sejak itu tahun 2015 berhasil mengungkap Kasus Miras CT (Cap Tikus) sebanyak 7500 liter dalam Operasi Miras dan diberikan penghargaan oleh Kapolres Nabire.

Tentu saja selama 25 tahun menjabat sebagai Kapolsek ada suka dan dukanya.
“Suka duka saya, hidup pisah dengan keluarga (istri dan anak) selama 20 tahun membuat anak yang pertama tidak bisa/merasa berat memanggil saya dengan sebutan ‘Bapak’ sampai dengan hari ini karena pisah sejak umur 2 tahun,” ujar Kompol Stev Liatpasen.

“Ini adalah sebuah kesalahan dan dosa yang saya lakukan pada keluargaku, tapi disisi yang lain saya bangga dengan tugasku sebagai Polisi, karena saya adalah milik semua warga masyarakat khususnya masyarakat Suku Dani tempat saya memulai karierku tugas pertama di daaerah tersebut,” tambah Kompol Stev Liatpasen.

Selanjutnya Kompol Stev juga menceritakan sukanya sebagai Kapolsek. “Sukanya, pada saat saya bertugas di ILU Polres Puncak Jaya selama 15 tahun, tapi nama saya Stev warga masyarakat satu kecamatan tidak mengetahuinya. Karena itu saya dikasih nama dengan istilah Bahasa suku Dani yaitu Doli Manggen, hehehe,” kata Kompol Stev dengan tersenyum.

“Arti dari nama Doli Manggen tersebut, agar masyarakat ILU dan Suku Dani pada tahu nama tersebut,” sambung Kompol Stev Liatpasen.

Diakhir konfirmasi kepada Kompol Stev Liatpasen, mengucapkan ” Selamat Hari Bhayangkara Ke-71 Tahun 2017, Jayalah terus Polri Ku, Semoga Polri semakin dicintai oleh masyarakat dan menjadi Polri yang Promoter (Profesional, Moderen, dan Terpercaya),” tutup Kompol Stev Liatpasen. (*)

Penulis : Efer/Res Nabire
Editor : Umi Fadilah
Publish : Efer/Res Nabire

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password