Turut Berduka Cita, Kapolda Sulsel Melayat Kerumah Anggota Brimob yang Meninggal Dunia

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Polda Sulsel khususnya Satuan Brimob polda Sulsel berduka, dimana salah satu personilnya yaitu Baratu Dadang Maulana menjabat Anggota Kompi III Detasemen A Pelopor Polda Sulsel meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya, Senin (26/06/17) sore.

Mengetahui hal tersebut, Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono segera meluangkan waktu untuk melayat ke rumah duka yang berada di Jalan Manunggal 22 Kel. Maccini Sombala, Kec. Tamalate, Kota Makassar.

Didampingi Kasat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Adeni Mohan, Kapolda Sulsel menyampaikan bela sungkawa dan mendoakan arwah almarhum.

“Saya mewakili jajaran Polda Sulsel dan jajaran sangat berduka cita atas meninggalnya Baratu Dadang, untuk keluarga yang ditinggal agar tetap sabar, ini semua adalah kehendak sang pencipta kita harus mengikhlaskan kepergiannya dan terus mendoakan agar di terima di sisi Allah SWT,” Ucap Kapolda.

Rencananya Jenazah Alm. Baratu Dadang Maulana akan dimakamkan Besok, di pemakaman keluarga di Kampung Barembeng, Kabupaten Gowa secara dinas Kepolisian.

Kematian tak bisa dihindari, tidak mungkin ada yang bisa lari darinya. Namun seribu sayang, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.

Kata Umar bin Abdul Aziz, “Aku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.” (Tafsir Al Qurthubi)

Ingatlah tak mungkin seorang pun lari dari kematian,

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumuah: 8).

Harus diyakini kematian tak bisa dihindari,

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa: 78).

Semua pun tahu tidak ada manusia yang kekal abadi,

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya: 34).

Yang pasti Allah yang kekal abadi,

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27).

Lalu setiap jiwa pasti akan merasakan kematian,

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.” (Tafsir Al Quran Al Azhim, 3: 163).

Jadilah mukmin yang cerdas,

Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password