Detik-detik Jelang Lebaran, Polres Soppeng Ringkus 19 Pelaku Judi Sabung Ayam dan Amankan 35 Sepeda Motor

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim Resmob dan IK Polres Soppeng berhasil menangkap sembilan belas (19), pelaku judi sabung ayam, di Maddumpa, Kecamatan Donri- donri, Kabupaten Soppeng , Minggu (25/6) sekira pukul 03.55 Wita.

Kesembilan belas pelaku judi sabung ayam yakni ML (43) warga Macanre, RL (40) Warga Maccile, ST (33) warga Maddumpa, UD (28) Leworeng, SD (43) warga Paddangeng, SP (30) warga Panincong, MF (50) warga Cinnong, MR (53) warga Paddangeng, AW (16) warga Dare Ajue, AE (35) warga Daer Ajue, DH (30) warga Leworeng, JN (24) warga Leworeng, AA (48) warga Panincong, BD (40) warga Kawarang, HM (58) warga Enrekeng, MK (26) warga Dare Ajue, AS (38) warga Panincong, DD (16) Warga Enrekeng, YL (35) Warga Maddumpa.

Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Ahmad Rosma mengatakan, penangkapan dilakukan pihaknya setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Dimana sebelumnya juga telah mendapatkan laporan yang sama, namun baru kali ini pelaku bersama barang bukti berhasil diamankan.

“Kami langsung merespon laporan masyarakat dan langsung melakukan penyelidikan, mereka (pelaku) berpindah- pindah tempat untuk mengelabui polisi, dan akhirnya kami temukan mereka di Maddumpa,” kata Kasat Reskrim melalui via selulernya, Minggu (25/6).

Meski dalam proses penangkapan para pelaku yang sebagian besar telah melarikan diri, namun pihaknya berhasil mengamankan belasan pelaku dan barang bukti.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan 2 unit kendaraan roda empat, 35 kendaraan roda dua, 5 ekor Ayam bangkok siap adu, 2 set arena, 2 buah jam dinding, uang tunai senilai Rp. 2.079.000, dan 7 unit handphone.

Hingga berita ini dimuat, kesembilan belas pelaku judi ayam beserta barang bukti telah berada di Mapolres Soppeng guna penyidikan selanjutnya.

Perjudian merupakan salah satu bentuk penyakit sosial. Perjudian sudah ada dimuka bumi ini beribu-ribu tahun yang lalu. Dalam bermain pun kadang-kadang kita tanpa sadar telah melakukan perbuatan yang mengandung unsur perjudian secara kecil-kecilan.

Misalnya, dalam bermain kelereng, lempar dadu, bermain kartu, dan sebagainya, siapa yang menang akan mendapatkan hadiah tertentu, yang kalah akan memberikan atau melakukan sesuatu sesuai kesepakatan. Semua itu menunjukkan bahwa dalam permainan tersebut ada unsur perjudian. Ada sesuatu yang dipertaruhkan dalam permainan judi.

Perjudian merupakan penyakit sosial yang sangat buruk. Kemenangan yang dihasilkan dari perjudian tidak akan bertahan lama. Justru akan berakibat pada pengrusakan karakter individu dan akan merusak kehidupannya. Banyak sudah fakta menceritakan bahwa pemenang judi tidak selalu memiiki hidup yang sejahtera, sebagian besar mengalami kemiskinan yang begitu parah dan mengalami alianasi (keterasingan) dari keluarga dan masyarakat.

Kehidupan yang semestinya dapat diperoleh dan dinikmati dengan keluarga dapat berubah menjadi keburukan. Benar adanya bilamana Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat [5] berfirman : bahwa judi adalah perilaku syaitan, bila tidak dijauhi maka akan menimbulkan permusuhan dan kebencian. Konflik ditimbulkan akan merusak keharmonisan keluarga, dan masyarakat akhirnya kehidupan yang bermakna sebagai hamba Tuhan tidak akan diperoleh.

Kreativitas memodifikasi judi dapat kita lihat diberbagai tempat. Jenis judi pun bermacam-macam dari yang bersifat sembunyi-sembunyi sampai yang bersifat terbuka. Judi yang sembunyi-sembunyi misalnya togel (toto gelap), adu sabung ayam jago, permainan kartu dengan taruhan sejumlah uang. Sedangkan judi yang terbuka, misalnya kuis dengan SMS dengan sejumlah hadiah uang atau barang yang dilakukan oleh berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Perbuatan judi merupakan perilaku yang melanggar terhadap kaidah-kaidah, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Pelanggaran ini tidak saja hanya pada adat dan kebiasaan masyarakat, tetapi juga melanggar norma hukum. Bagi individu atau kelompok yang melakukan perjudian, maka akan mendapat sanksi baik oleh masyarakat maupun berupa sanksi hukum.

Sanksi masyarakat misalnya dikucilkan oleh masyarakat, dipergunjingkan, tidak dihargai dan lain sebagainya. Sedangkan secara hukum perjudian merupakan pelanggaran terhadap hukum posistif seperti yang termaktuk dalam KUHP pasal 303 dengan selama-lamanya dua tahun delapan bulan (2 tahun 8 bulan) atau denda sebanyak-banyknya sebesar Rp.600.000.

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password