Kapolda Sulsel Rilis Penangkapan Bandar Sabu Sebayak 1 Kg

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Muktiono merilis penangkapan bandar Narkoba di Direktorat Polair Polda Sulsel, Jumat (23/06/17).

Sebelumnya, personel Polair Polda Sulawesi Selatan membekuk seorang terduga bandar narkoba dengan barang bukti seberat 1 kg Sabu di parkiran penyeberangan Pulau Khayangan, Rabu (21/06).

“Ini adalah keseriusan kami dalam memberantas peredaran Narkoba Di Sulsel,” ujar Muktiono di hadapan wartawan.

Pelaku yakni Salama Binti Sahamid (35) dibekuk saat berada di parkiran penyeberangan pulau kahyangan Jl Ujung Pandang Kota Makassar sekitar Pukul 14.15 Wita.

Awalnya Personil Team Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Sulsel memonitoring keberadaan pelaku.

Setelah digeledah ditemukan barang bukti satu saset sabu seberat 13 gram yang diselipkan di celana dalam.

Selanjutnya Personil melakukan pengembangan terkait dugaan masih adanya Sabu yang disembunyikan warga Jl. Rumbia Kelurahan Biraeng Kecamatan Minasate’ne, Pangkep itu.

Benar saja, petugas menemukan paket besar sabu seberat 1 kg yang disembunyikan di rumah saudara pelaku di Desa Kalibone, Pangkep.

“Kini pelaku kita tahan di Mapolair untuk pengembangan lebih lanjut,” ujar Muktiono.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak main-main di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan dan hukum.

Penulis : Bara

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password