Begini Cara Polwan Maccayya ri Bone Berbagi di Bulan Ramadhan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Ada banyak cara meraih keberkahan di bulan ramadhan, salah satunya berbagi kepada sesama yang kurang mampu, berbagi ilmu tentang bahaya Korupsi . Hal itu yang dilakukan Oleh Polisi Wanita Polres Bone yang tampil dengan nama “Polwan Maccayya ri Bone”.

Polwan Maccayya ri Bone (PMB) yang dibentuk pada tanggal 17 Februari 2017, membawa visi misi yakni hadir ditengah2 masyarakat sebagai motivator, melaksanakan pengajian setiap malam di masjid- masjid, memberikan himbauan dan pesan-pesan kamtibmas, sebagai Fasilitator SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) yang mampu menebarkan nilai-nilai anti korupsi kepada khususnya masyarakat Bumi Arung Palakka melalui game SPAK Put-put LK (Putar putar lingkaran korupsi) dan Majo, Rabu (21/6/2017).

Di hari ke 26 Ramadhan, PMB yang beranggotakan 19 orang tersebut sasar pusat keramaian Taman Arung Palakka-Lapangan Merdeka Watampone. Berinteraksi langsung dengan masyarakat dengan menebar benih-benih anti korupsi dalam kehidupan masyarakat melalui game SPAK.

Kompol Wahyudi Rahman, SH, S.Ik, M.Si, merupakan salah satu motivator PMB yang terus memberikan  dukungan dan motivasi untuk melakukan sesuatu hal dalam kebaikan, sejak ia masih menjabat sebagai orang kedua jajaran Kepolisian Resort Bone hingga sekarang, meskipun saat ini beliau sudah tidak bertugas di Bone lagi.

“Saya bangga, kagum, bersyukur Polwan Maccayya ri Bone tetap eksis, peduli sesama dan terus menebar benih-benih anti korupsi,” kata mantan Waka Polres Bone Kompol Wahyudi.

Mengangkat Tema “Marhaban Yaa Ramadhan, Polwan Maccayya ri Bone Polres Bone, Berbagi Berkah di Bulan Ramadhan 1438”

Tak hanya itu, PMB kembali memperlihatkan kepedualiannya terhadap sesama dengan menyambangi rumah sakit Tenriawaru dan rumah sakit M. Yasin Watampone, membagikan paket makanan yang dikemas dalam kotak jelang buka puasa kepada para pembesuk dan pasien yang sedang terbaring lemah.

Artikel, Begini Cara Polwan Maccayya ri Bone Berbagi di Bulan Ramadhan1

“Kali ini team Polwan Maccayya ri Bone fokus untuk masyarakat yang berada di rumah sakit, berharap dapat menghibur dan meringankan beban mereka dengan membagikan takjil gratis,” kata ketua PMB Bripka Suhati.

Sumber dana ini, lanjut Suhati, murni dari sumbangsi seikhlasnya anggota PMB termasuk kakak, bapak sekaligus motivator kami Kompol Wahyudi, ucapnya.

Jelang buka puasa, keluarga besar PMB menggelar buka puasa bersama di Rumah Makan Teluk Bone, bertempat di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, hal itu dilakukan guna menjalin silatuhrahmi antar anggota.

“Kumpul bareng seperti ini akan terus kami lakukan, agar team tetap kompak, solid dan silaturahmi tetap terjalin,” tutur Brigpol Ayudevi.

Lanjut Ayu, “melalui permainan SPAK diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang korupsi kepada masyarakat agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari dan juga menambah ilmu yang bermanfaat sebagai amal jariah,” tutupnya.

Gerakan Saya, Perempuan Anti Korupsi (SPAK) dilahirkan atas sebuah keprihatinan. Keprihatinan yang disampaikan oleh sebuah survey yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2012-2013 di Kota Solo dan Jogjakarta. Studi ini menyajikan fakta bahwa ternyata hanya 4% orang tua yang mengajarkan kejujuran pada anak-anaknya.

Kejujuran yang dimaksud disini bukan kejujuran dalam arti definisi kejujuran, tetapi lebih kepada bagaimana kejujuran tersebut dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua tidak bisa mengaitkan bahwa menyontek atau menyerobot antrian adalah bentuk-bentuk perilaku koruptif. Hal ini memberi pemahaman bahwa korupsi adalah mengambil hak orang lain untuk kepentingan diri sendiri.

Definisi ini bukan hanya memberikan gambaran pada apa yang sering diliput media sebagai tindak pidana korupsi. Akan tetapi juga menyoroti masalah-masalah perilaku-perilaku koruptif. Dan bila kita percaya bahwa tindakan koruptif itu adalah bentukan atau evolusi dari perilaku-perilaku koruptif sejak kecil, maka fakta ini sungguh menakutkan.

Lantas bagaimana kita mencegahnya? Studi tersebut juga memberikan jawaban atas pertanyaan ini, bahwa perempuan atau ibu masih dianggap figur sentral dalam memberikan pendidikan moral pada anak dan keluarga. Fakta ini memberikan kesempatan untuk menggerakan pencegahan korupsi melalui perempuan. Hasil inilah yang kemudian menjadi landasan kuat untuk melahirkan gerakan Saya, Perempuan Anti-Korupsi (SPAK) tersebut.

Perempuan dengan perannya sebagai ibu, sebagai profesional dengan karakternya yang khas untuk melahirkan, mengembangkan, memelihara dan berbagi serta kebutuhan berkumpul yang besar-membuat perempuan menciptakan kesempatan sosialisasi yang lebih banyak dalam masyarakat kita. Lihat saja kegiatan-kegiatan sosial seperti pengajian, arisan, pertemuan orangtua di sekolah, kursus-kursus masak atau merajut dan lain-lain, bisnis-bisnis rumahan seperti jilbab, baju muslim, dan lainnya, semuanya lebih banyak melibatkan lebih banyak perempuan.

Fakta sosial psikologis inilah yang kami percaya dan menjadi dasar mengapa melibatkan perempuan menjadi sebuah kesempatan strategis dengan kemungkinan keberhasilan yang tinggi.

Gerakan SPAK ini diluncurkan pada tanggal 22 April 2014. Peluncurannya dikemas dalam bentuk talkshow dan bedah buku. Narasumbernya waktu itu adalah Ibu Meuthia Hatta, Dian Kartika Sari (Sekjen KPI), Ibu Yuyun dari NTB (perempuan yang berani mengatakan tidak pada praktek korupsi dalam pekerjaannya), Busyro Muqoddas (pimpinan KPK saat itu). Bedah buku ‘Saya, Perempuan Anti Korupsi’ dilakukan oleh Busyro Muqoddas dan Gandjar Laksamana Bonaprapta (Dosen Fakultas Hukum UI).

Secara umum program SPAK ini terdiri dari dua kegiatan, pertama adalah pelatihan untuk fasilitator atau para calon agen SPAK. Kedua, penyebaran pengetahuan anti korupsi (sosialisasi) yang dilakukan oleh para agen.

Semua permainan ini, ada cara main dan kunci jawaban, sehingga tidak perlu khawatir.  Khusus untuk permainan semai, ini adalah permainan untuk anak-anak (sejak PAUD hingga SD).

Dalam permainan ini tidak berbicara mengenai hal-hal korupsi tetapi kita berbicara mengenai 9 nilai yang berdasarkan studi yang dilakukan oleh KPK, dipercaya dapat menghindarkan kita dari perilaku-perilaku koruptif. Kesembilan nilai yang dimaksud, adalah : kejujuran, keadilan, kerjasama, kemandirian, kedisiplinan, bertanggungjawab, Kegigihan, keberanian, dan kepedulian.

Penulis : Rosdiana

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password