Pemuda ini Gunakan Video Seks untuk Memeras Korban

tribratanews.polri.go.id  –Jogja, berhati-hatilah bagi para wanita terutama pengguna jejaring media sosial dalam menerima pertemanan kepada lawan jenis, terutama kepada orang yang belum dikenal. Apalagi bila kemudian, intensitas hubungan online itu semakin mendalam. Bisa-bisa anda menjadi korban seperti yang dilakukan oleh EB (22) tersangka pemerasan dengan dengan modus mengencani korban.

Pengungkapan bermula saat korban pada hari Jumat (19/05/2017) melakukan komunikasi melalui medsos dengan si pelaku EB. Mereka kemudian janjian untuk melakukan pertemuan di tempat karaoke yang berada diwilayah Sleman. Setelah itu mereka kemudian sepakat untuk mengajak korban ke rumah kos EB dan menginap. Ditempat tersebut tersangka kemudian mengajak hubungan intim layaknya suami istri sebanyak 2 kali. Tanpa sepengetahuan korban, tersangka merekam perbuatan tersebut dengan menggunakan handphone. Selang beberapa hari setelahnya gambar-gambar tersebut dikirimkan kepada korban dengan mengcapture potongan gambar video pada kertas dan ditempelkan di dinding pagar rumah kos korban.

“Pelaku mengancam apabila tidak menyerahkan uang 5 juta rupiah, video akan disebarkan”, ucap Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria, S.IK saat dikonfirmasi, Kamis (22/6/2017).

Karena merasa takut korban kemudian melaporkan peristiwa ke Polres Sleman.

Saat dimintai keterangan petugas, tersangka mengaku baru kali ini melakukan pemerasan. Sebelumnya pemuda pengangguran ini juga melakukan aksi yang sama, namun video rekamannya hanya digunakan untuk koleksi pribadi, bukan untuk memeras.

“Dugaan kami ada 4 orang lainnya yang menjadi korban. Rata-rata mereka adalah mahasiswi”, tambahnya.

Ini diindikasi dengan ditemukannya beberapa rekaman video di handpone tersangka. Dari semua rekaman keseluruhannya dilakukan di rumah kos korban. Proses pembuktiannya pun dilakukan dengan mereka ulang berdasarkan rekaman video dan ditemukan barang bukti yang identik dengan video tersebut berupa baju pelaku dan korban dan benda-benda lainnya yang ada di kamar kos berdasarkan penelusuran olah tkp.

Tersangka mengaku melakukan aksi ini karena kebutuhan ekonomi, selain itu juga untuk membayar hutang. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 4 ayat (1) UU RI No.44 Tahun 2008 tentang pornografi dan UU ITE dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

penulis : Kris Polres Sleman
editor : Umi Fadilah
publish : jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password