Polisi Tabalong dan Warga Kelua Amankan Maling Karet

Tribratanews.polri.go.id, Polres Tabalong – Rabu (21/6/2017) sekitar pukul 10.00 wita warga Desa Takulat Rt 3 Kecamatan Kelua bersama anggota Polsek berhasil mengamankan pelaku pencurian karet berinisial AR (35) beralamat Desa Pemarangan Rt 5 kec. Tanjung kab. Tabalong. Dengan barang berupa getah karet sekitar 75 kg milik H. Firnadi (57).

Informasi yang didapat, pelaku mengambil getah karet milik korban sebanyak kurang lebih 75 kg dalam dua karung yang ada didepan teras rumah dan samping rumah korban, dan saat itu rumah dalam keadaan kosong.

Kemudian karet tersebut ditaruh di sepeda motor milik pelaku, selanjutnya saat akan membawa karet tersebut pergi kebetulan anak pemilik rumah Fahruraji datang dan sempat terjadi percakapan tetapi pelaku mengeras hendak pergi membawa karet tersebut dan kemudian terjadi perkelahian antara anak korban dan pelaku.

Kemudian anak korban berteriak maling-maling dan warga berdatangan membantu mengamankan pelaku dan selanjutnya datang anggota Polsek Kelua mengamankan tersangka.

Setelah di Polsek Kelua korban menyatakan ingin menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan musyawarah. Selanjutnya disepakati oleh kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan pelaku berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya tersebut.

Dalam musyawarah mufakat juga menghadirkan Kepala Desa kedua belah pihak.

Kapolres Tabalong AKBP Hardiono, S.Ik melalui Wakapolres Kompol Widan Alberd, S.iK mengatakan “Terkait penyelesaian kasus perdamaian tersebut disebut ADR ( Alternative Dispute Resolution ) adalah proses penyelesaian perkara diluar pengadilan dimana dalam istilah Indonesia lazim disebut dengan Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS),” ungkapnya.

Dijelaskan keuntungan utama dari penggunaan ADR dalam menyelesaikan kasus-kasus pidana adalah bahwa pilihan penyelesaian pada umumnya diserahkan kepada pihak korban dan pelaku dengan melibatkan pranata sosial yang ada di masyarakat. Dan keuntungan lain yang amat menonjol adalah biaya yang murah dan cepat dalam proses penyelesaiannya. Sebagai suatu bentuk pengganti sanksi, pihak pelaku dapat menawarkan kompensasi yang dirundingkan/ disepakati dengan pihak korban atau dalam bentuk sanksi sosial/ adat yang berlaku di lingkungan masyarakat setempat.

Dengan demikian keadilan menjadi buah dari kesepakatan bersama antara para pihak yang bersengketa, yaitu pihak korban dan pelaku dengan melibatkan pranata sosial masyarakat dengan memanfaatkan kearifan lokal sesuai dengan situasional di masyarakat.

Penulis : Donny

Editor   : Umi Fadilah

Publish : Lois Adi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password