Tim Pemantau Polda Sulsel Cek Kesiapan Posko Mudik Polres Sinjai

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim pemantau pelaksanaan operasi ramadniya 2017 dari Biro Ops Polda Sulsel tiba di Mapolres Sinjai, dan disambut langsung oleh Wakapolres Sinjai Komisaris Polisi (Kompol) H. Abd. Rauf, S.Sos.,M.M selanjutnya menuju ruangan posko Operasi Ramadniya 2017 polres sinjai. Rabu (21/06/17).

Tim pemantau yang dipimpin oleh Ajun Komisaris Besar Polisi (Akbp) Dudung Adijono, S.Ik, Kabag Binlat Roops Polda Sulsel berteman 3 (tiga) orang, selanjutnya mengunjungi pos pelayanan pasar sentral dan pos pengamanan bonto perbatasan sinjai- bone, dan disambut oleh ka pos pam dan petugas pos, dalam rangka mengecek kesiapan personil dalam pelaksanaan tugas serta mengecek sarana prasarana kelengkapan pos.

Dalam kegiatan tersebut ketua tim pemantau operasi Akbp Dudung Adijono, S.Ik memberikan arahan kepada petugas pos dengan sasaran yang hendak dicapai adalah terwujudnya kamtibmas yang kondusif, serta terlaksananya keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. sehingga akan berkurangnya angka pelanggaran, kemacetan, kecelakaan dan korban meninggal dunia.

Selain itu, tim pemantau juga meminta kepada petugas pos agar memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat yang melaksanakan mudik lebaran dan jangan lupa untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman teroris, dan terakhir agar personil menjaga kesehatan selama kegiatan ops ramadniya berlangsung.

Operasi Ramadniya ini akan fokus terhadap empat sasaran utama. Yakni manusia, barang atau benda, lokasi, dan kegiatan. Untuk orang petugas siap mengamankan pemudik yang melintas dijalan. Termasuk sopir dan pengusaha transportasi umum. Pengamanan juga dilakukan untuk masyarakat yang belanja, wisata, takbiran, dan merayakan Lebaran.

Tak hanya itu, operasi kemanusiaan ini juga untuk mengantisipasi adanya pelaku kriminal seperti copet, pengedar uang palsu, miras, narkoba, hingga geng atau premanisme. Hal itu diharapkan agar warga bisa merayakan Lebaran dengan aman.

Barang yang akan diamankan, antara lain kendaraan pribadi atau umum untuk mudik yang melintas. Selain itu, petasan, miras dan narkoba, makanan dan minuman kedaluwarsa, barang hasil kejahatan, senjata tajam, senjata api, serta bahan peledak.

Adapun sejumlah tempat yang menjadi target operasi, di antaranya jalur takbir keliling, masjid dan mushala. Pusat keramaian seperti hiburan, wisata, toko dan perbelanjaan, pusat konsentrasi transportasi, hingga daerah rawan macet dan rawan laka, juga menjadi perhatian serius.

Ada empat potensi kerawanan pada Lebaran 2017. Kerawanan tersebut, antara lain keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), transportasi umum, serta ketersediaan sembako dan bahan bakar minyak (BBM).

Pada kerawanan ketersediaan sembako dan BBM, yang dikhawatirkan adalah peredaran makanan kedaluwarsa, distribusi sembako terhambat, dan ketersediaan BBM yang tidak mencukupi.

Sementara itu, kerawanan gangguan kamtibmas, di antaranya tawuran antar kampung, pencurian di rumah yang ditinggal pemiliknya, uang palsu, copet dengan berbagai modus termasuk gendam atau hipnotis, balap liar, pencurian umum, begal, dan pencurian kendaraan bermotor.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada dan selalu berhati-hati pada empat potensi kerawanan tersebut, terutama aspek gangguan kamtibmas.

Penulis : Qadri

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password