Pengecekan Kesehatan Sopir Bus, Ciptakan Mudik Aman Nyaman Tanpa Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Polresta Kediri – Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Kediri, Satuan Lalu-lintas Polresta Kediri, Tim Kesehatan Polresta Kediri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri menggelar razia terhadap setiap bus yang melintasi Terminal Tipe A Tamanan Kota Kediri. Hasilnya, belasan orang sopir terdeteksi mengidap penyakit hypertensi atau tekanan darah tinggi.

Perwira Urusan Kesehatan Polresta Kediri Ipda Minarmi  mengatakan, dari sedikitnya 26 sopir yang menjalani pemeriksaan, lebih dari setengahnya mengalami tekanan darah tinggi. Bahkan, ada beberapa sopir bus yang tekanan darahnya mencapai 200.

“Setelah kami periksa, ternyata banyak sopir yang mengalami tekanan darah tinggi. Ada yang 140 ada 150, bahkan ada beberapa yang melebihi yaitu, sampai 200. Dalam kondisi seperti ini mereka tidak boleh mengendarai kendaraan, karena sangat berbahaya,” ujar Ipda Minarmi  di Terminal Tipe A Tamanan Kediri, Rabu (21/6)  siang.

Pemeriksaan terhadap para sopir ini meliputi, pemeriksaan tekanan darah dan deteksi pengguna narkoba dan obat-obatan terlarang melalui tes urine. Setiap bus yang melintasi termina diminta turun. Petugas memeriksa kelengkapan surat-surat dan kondisi kendaraan. Setelah itu mereka menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan.

Menurut Mirna, ada beberapa faktor yang menyebabkan para sopir ini mengidap hypertensi. Faktor paling banyak adalah karena keturunan dari keluarganya. “Banyak pengidap tekanan darah tinggi karena keturunan. Namun, ada faktor lain yaitu latar belakang pekerjaan seseorang tersebut,” jelas polisi wanita ini.

Bekerja sopir memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan penumpangnya. Sopir dituntut untuk tetap prima. Mereka harus kuat menahan kantuk. Sehingga, tidak jarang dari sopir yang mengkonsumsi suplemen sebagai dopping. Inilah yang dideteksi petugas dari pemeriksaan.

“Kami hanya sebatas melakukan deteksi dini. Apabila ditemukan adanya suatu penyakit, kami sarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter atau rumah sakit. Seperti pengidap hypertensi kami sarankan segera pergi ke dokter dan beristirahat,” pinta Ipda Minarmi.

Perusahaan oto bus diminta untuk mengganti sopirnya yang mengidap hypertensi. Sebab, apabila mereka dipaksa tetap menjalankan kendaraan, justru berbahaya bagi penumpangnya. Oleh sebab itu, Dinas Perhubungan Kota Kediri meminta setiap PO menyediakan sopir cadangan, baik hari biasa dan terlebih saat momentum mudik lebaran ini.

Terpisah, Siswantoro, juru bicara Terminal Tipe A Tamanan Kediri mengatakan, pemeriksaan kendaraan atau istilahnya ranchek sepertinya rutin dilakukan, tidak hanya pada momentum mudik lebaran ini saja. Pemeriksaan meliputi administrasi, trayek dan uji kendaraan.

Diakui Siswantoro, pada pemeriksaan kali ini tidak ditemukan pelanggaran kelayakan maupun administrasi kendaraan. Hanya saja, dari deteksi dini gangguan kesehatan, ada sejumlah sopir yang terdeteksi mengidap hypertensi. Namun demikian, pada pemeriksaan sebelumnya petugas menemukan banyak pelanggaran terhadap angkutan dan dokumen mereka.

“Yang kita perisa antara lain kendaraan itu tidak layak jalan atau tidak, kondisi rem dan lampunya. Dalam pemeriksaan sebelumnya banyak kita temukan pelanggaran. Dan pelanggaran paling berat yaitu, kendaraan tersebut tidak layak jalan maka kita kembalikan ke perusahaanya untuk segera diperbaiki. Kita larang beroperasi, karena berbahaya bagi penumpangnya,” tandas Siswnatoro.

POLRESTA KEDIRI

Penulis             : Didik

Editor              : UMI FADILAH

Publish            : Didik

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password