Berantas Penyakit Masyarakat, Satreskrim Polres Soppeng Tangkap Tujuh Pelaku Judi Qiu-qiu

Tribratanews.polri.go.id – Soppeng Sulsel, Satreskrim Polres Soppeng kembali mengamankan pelaku Judi Qiu -Qiu saat penggrebekan yang dilakukan pada hari Sabtu (17/06/17) sekitar pukul 23.00 wita.

Tujuh orang pelaku perjudian diamankan petugas karena tertangkap tangan tengah asik bermain judi menggunakan kartu domino di Area Transmigrasi Desa Tellulimpoe Kec. Marioriawa Kab. Soppeng.

Ketujuh pelaku judi masing masing HS(28), MD (28), UR (30) A(18), MA(33), J (22), L(33) ,diamankan petugas bersama barang bukti berupa Satu set Kartu domino, serta uang tunai senilai Rp. 94.000.

Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Ahmad Rosma yang dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut, saat ini para pelaku sudah diamankan dan di Polres Soppeng untuk proses hukum lebih lanjut.

Perjudian merupakan penyakit sosial yang sangat buruk. Kemenangan yang dihasilkan dari perjudian tidak akan bertahan lama. Justru akan berakibat pada pengrusakan karakter individu dan akan merusak kehidupannya. Banyak sudah fakta menceritakan bahwa pemenang judi tidak selalu memiiki hidup yang sejahtera, sebagian besar mengalami kemiskinan yang begitu parah dan mengalami alianasi (keterasingan) dari keluarga dan masyarakat.

Kehidupan yang semestinya dapat diperoleh dan dinikmati dengan keluarga dapat berubah menjadi keburukan. Benar adanya bilamana Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat [5] berfirman : bahwa judi adalah perilaku syaitan, bila tidak dijauhi maka akan menimbulkan permusuhan dan kebencian. Konflik ditimbulkan akan merusak keharmonisan keluarga, dan masyarakat akhirnya kehidupan yang bermakna sebagai hamba Tuhan tidak akan diperoleh.

Kreativitas memodifikasi judi dapat kita lihat diberbagai tempat. Jenis judi pun bermacam-macam dari yang bersifat sembunyi-sembunyi sampai yang bersifat terbuka. Judi yang sembunyi-sembunyi misalnya togel (toto gelap), adu sabung ayam jago, permainan kartu dengan taruhan sejumlah uang. Sedangkan judi yang terbuka, misalnya kuis dengan SMS dengan sejumlah hadiah uang atau barang yang dilakukan oleh berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Perbuatan judi merupakan perilaku yang melanggar terhadap kaidah-kaidah, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Pelanggaran ini tidak saja hanya pada adat dan kebiasaan masyarakat, tetapi juga melanggar norma hukum. Bagi individu atau kelompok yang melakukan perjudian, maka akan mendapat sanksi baik oleh masyarakat maupun berupa sanksi hukum.

Sanksi masyarakat misalnya dikucilkan oleh masyarakat, dipergunjingkan, tidak dihargai dan lain sebagainya. Sedangkan secara hukum perjudian merupakan pelanggaran terhadap hukum posistif seperti yang termaktuk dalam KUHP pasal 303 dengan selama-lamanya dua tahun delapan bulan (2 tahun 8 bulan) atau denda sebanyak-banyknya sebesar Rp.600.000.

Penulis : Harmeno

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password