Menjelang Pemberlakuan Sanksi Hukum Pukat Harimau, Polsek Selakau Turut Mengsosialiasikan Kepada Nelayan

Tribratanews.polri.go.id.Polda Kalbar.Polda Kalbar-Pasca Disosialisasikannya kepada kelompok nelayan Sambas pada hari Senin (12/6/2017)oleh Perwakilan Inspektur Jendral alat tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan menyatakan sikap bahwa tehitung mulai tanggal 1 Juli 2017 Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2015 akan diberlakukan secara tegas dan konseskuen. Apapun itu siapapun itu tanpa pandang bulu akan di tindak sesuai hukun yang berlaku.

Setali tiga uang dengan Permen tersebut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 menjelaskan bahwa nelayan yang menggunakan mesin kapal motor Dibawah 10 GT termasuk dalam kategori nelayan kecil, jika pada saatnya nanti Ditindak ditemukan masih menggunakan alat tangkap yang tidak sesuai maka alat tangkap tersebut akan Disita namun terhadap orang dan kapal motornya dilepas kembali. Sedangkan untuk kapal kotor Diatas 10 GT akan dilakukan penindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaki sampai ke proses pengadilan.

Keua HNSI ( Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ) Kec. Selakau Sdr. Alfian berpendapat pada berita ini mengenai hal dimaksud bawasanya HNSI sudah mengsosialisasikan kepada nelayan Selakau mengenai Permen yang akan diterapkan dengan tegas dimaksud. Selain itu telah menyebar formulir pernyataan yang maksudnya agar nelayan bersedia untuk mengganti alat tangkap yang ramah lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Permen No 2 Tahun 2015. Namun hingga saat ini belum satu pun formulir itu di serahkan kembali setelah di isi ucap Alfian.

Kapolsek Selakau Iptu Ronald Deny Napitupulu,S.H.,M.H. melalui Kanit Intelkam Polsek Selakau Aiptu A. Eko Kardiono menuturkan Polri dalam hal ini Polsek Selakau berharap kedepan untuk nelayan lamdas disarabkan untuk mengganti alat tangkap yang sesuai dengan ketentuan pemerintah, jangan sampai sanksi akibat tindakan tegas petugas menjadi kerugian besar buat nelayan. Pada kelompok nelayan tradisional jika nantinya menemukan adanya nelayan dari kelompok lamdas menemukan masih beroperasinya alat tangkap yang tidak sesuai dengan Permen No. 2 Tahun 2015 agar tidak bertindak main hakim sendiri namun sangat diharapkan melaporkannya kepada pihak yang berwenang.

Siuasi pelabuhan dan kelompok nelayan Kec. Selakau sampai saat ini masih belum terjadi gejolak yang berarti hal tersebut dikarenakan masing-masing kelompok nelayan masih sibuk melakukan aktivitas seperti biasanya menjelang perayaan hari raya idul fitri 1438 H / 2017 M.

Penulis. :Rio
Editor. :Umi Fadhilah/Sugeng Hs
Publish :Cucu Safiyudin

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password