Penertiban Pasar Senggol Kotamobagu Nyaris Ricuh

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulut – Upaya Satpol PP Kotamobagu membongkar kanopi Pasar Senggol di jalan Bogani dan Bolian, kompleks Pasar 23 Maret, gagal. Ratusan warga Gogagoman menghadang upaya puluhan satpol PP untuk melakukan penertiban.

Sejumlah Personil Polres Bolmong dan Personil Polsek Kotamobagu pun diturunkan untuk mengantisipasi situasi di lokasi pasar 23 Maret tersebut.

Pembongkaran yang sedianya dilakukan Jumat (16/6), sekira pukul 14.30 Wita, terpaksa tidak dapat dilakukan. Bentrokan sempat terjadi saat Satpol PP dikomando langsung Kasat Pol PP Sahaya Mokoginta mencoba memaksa melakukan pembongkaran.

Pemuda dan masyarakat Gogagoman tak diam. Mereka berhasil memukul mundur Satpol PP. Untungnya aparat kepolisian Polres Bolmong yang dipimpin oleh Wakapolres Bolmong Kompol Apri Wibowo, SIK, berhasil memediasi dan meminta pemuda serta masyarakat Gogagoman mundur. Demikian juga dengan Satpol PP diminta mundur meninggalkan jalan Bolian.

“Satpol PP bertugas atas perintah aturan dan pimpinan. Begitu juga dengan polisi. Sedangkan masyarakat, melakukan ini karena kebutuhan. Masyarakat butuh makan dan cari rezeki di sini. Sehingga itu, lebih baik kita cari solusi terbaiknya. Kita semua di sini bersaudara, janganlah kita saling berkelahi atau bentrok di sini,” kata Kapolsek Urban Kotamobagu Kompol Ruswan Buntuan, saat berusaha memediasi massa pemuda dan warga Gogagoman serta Satpol PP.

Mendengar imbauan dari Kapolsek Kotamobagu tersebut, warga dan pemuda Gogagoman mundur. Satpol PP juga langsung menarik diri.

Rencananya segera dilakukan pertemuan lagi antara perwakilan warga dan pedagang, serta Pemkot Kotamobagu untuk mencari solusi agar tidak timbul korban akibat polemik Pasar Senggol ini.

Sementara itu Kabag Ops Polres Bolmong Kompol Ahmad Sutriano, SH terlihat berusaha melakukan mediasi antara para pedagang kaki lima yang tergabung dalam APKLI (Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia) dengan pihak Pemkot Kotamobagu, untuk mendapatkan kesepakatan agar tidak terjadi gangguan Kamtibmas.

“Kami harap pemerintah undanglah warga, kita duduk bersama. Kami ingin tahu langsung, apa alasan dilarang dan tidak diizikan mendirikan Pasar Senggol. Jangan langsung bawa pasukan, karena itu memicu amarah warga. Intinya kami hanya mau mencari nafkah lewat Pasar Senggol. Masa pemerintah tidak sayang dengan warganya. DPRD Kotamobagu sudah keluarkan rekomendasi agar pemerintah mengizinkan,” kata Ketua Pemuda Gogagoman Lendy Mokodompit.

Situasi yang awalnya sempat memanas akhirnya kembai reda, dan warga kembali melakukan aktifitasnya kembali.

Penulis: Saiful
Editor: Umi Fadilah
Publish: Supri

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password