Jelang Hari Raya Idul Fitri, Sejumlah Instansi dan Elemen Masyarakat Kab. Sleman Turut Dilibatkan dalam Pengamanan Operasi Ramadniya 2017

tribratanews.polri.go.id -jogja- Sejumlah Instansi dan elemen masyarakat Kabupaten Sleman turut dilibatkan dalam Operasi Ramadniya Progo 2017. Hal tersebut terlihat saat digelarnya rapat koordinasi lintas sektoral pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi, Kamis (15/6/2017). Rapat yang dipimpin oleh Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria, S.I.K ini dihadiri oleh perwakilan dari Satuan Pol Pamong Praja Kabupaten Sleman, Dishubkominfo Kab.Sleman, TNI, Kemenag Sleman, Kejari Sleman, Paksikaton, PMI, Damkar, dan Pramuka.

Kasat Lantas Polres Sleman AKP. M.Faizal Pratama, SIK yang ditunjuk untuk memaparkan rencana pelaksanaan operasi menjelaskan bahwa nantinya di beberapa wilayah di Sleman akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Penggal-penggal jalan nanti akan ditutup guna memperlancar arus lalu lintas. Untuk mengurainya jika terjadi kemacetan akan diberlakukan pengalihan arus ke jalur-jalur alternatif.

Dalam pertemuan juga dipaparkan peta rawan macet, data rawan kecelakaan, pelanggaran, dan kriminalitas. Selain itu juga dijelaskan bahwa nantinya dalam pelaksanaan pengamanan akan dikerahkan personil yang sudah diseprinkan dalam Sprin Kapolres.

“Sebanyak 1178 personel akan ditempatkan di pos pantau dan pos pam, serta di beberapa titik rawan kecelakaan”, jelas Kasat Lantas saat dikonfirmasi oleh juru warta TribrataNews, Jum’at (16/6/2017).

AKP M.Faizal juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar saat malam takbiran, masyarakat diharapkan untuk tidak melakukan takbir keliling atau pawai di sepanjang jalan Nasional dan jalan provinsi. Agar tidak menimbulkan kemacetan.

“Jangan sampai saat takbiran nanti mengurangi hak-hak pengguna jalan lainnya,” ucapnya.

Menurutnya takbir keliling yang dilaksanakan di jalan nasional dinilai kurang pas karena dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Apalagi jika nanti ditunggangi oleh orang tak bertanggung jawab dan terjadi kerusuhan, nantinya bisa mengurangi makna dari syiar. Akan lebih baik jika dilakukan di masjid-masjid di wilayahnya masing-masing.

Sementara itu untuk jalur perlintasan kereta api yang tidak memiliki palang pintu agar diberikan himbauan berupa spanduk yang dipasang di pinggir jalan sebelum pintu perlintasan. Gandakan himbauan di sekitar perlintasan dan 100 meter sebelum perlintasan agar masyarakat bisa lebih berhati-hati.

penulis : rendRa
editor : M.Fajar
publish : jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password