Paskah Putusan Praperadilan, Tersangka Pengancaman Dan Penghasutan Diserahkan Ke Jaksa Penuntut

Tribratanews.polri.go.id – Polres  Touna, Bertempat di ruangan Press Room Subbaghumas Jum’at (16/06) Sekitar Pukul 13 00 Wita dilaksanakan Konfrensi Perss terkait Kasus Pengancaman dan penghasutan Massa dalam menolak keberadaan PT. Touna Raya Coconut yang berada di Desa Sabo Kecamatan Ampana Tete  pada bulan Maret hingga April lalu

IMG_20170616_170916

Pada Konfrensi Perss ini Kapolres Touna Akbp Bagus Setiyono, S.I.K, M.H yang didampingi KBO Reskrim Ipda Tonny Lantja, S.H menyampaikan perkembangan penaganan kasus yang ditangani satuan reskrim, dimana Kapolres menyampaikan kepada awak media yang meliputi kronologis kejadian hingga proses hukumnya

IMG-20170616-WA0051

Berawal pada tanggal 22 maret 2017 dan berlanjut  tanggal 24 maret 2017, tanggal 26 Maret 2017 ,tanggal 03 April 2017, tanggal 07 April 2017 tanggal 14 April 2017, tanggal 15 april 2017 dan tanggal 17 april Di Desa Sabo Kecamatan Ampana Tete telah terjadi tindak pidana pengancaman dan penghasutan yang dilakukan oleh tersangka MI Alias A (40 Tahun) warga Desa Sabo Kecamatan Ampana Tete dengan cara menghasut Masyarakat Desa sabo untuk melakukan aksi agar perusahaan PT. Touna Raya Coconut diberhentikan operasionalnya karena tidak sesuai dengan aturan

Tersangka menghasut warga dengan cara memperlihatkan hasil rekaman dan foto sehingga masyarakat melakukan aksi massa menentang perusahaan PT. Touna Raya Coconut untuk tidak lagi beroperasi di Desa mereka

Dan dari beberapa keterangan saksi yang dimintai keterangan bahwa pada saat aksi massa tersebut terjadi, yang selalu mengeluarkan orasi ataupun opini adalah tersangka, dan berdasarkan keterangan tersangka sendiri bahwa pada saat melakukan aksi massa tidak memliki ijin dari pihak yang berwajib dalam hal ini adalah pihak kepolisian dan kemudian dari aksi massa tersebut telah mengakibatkan penyerobotan berupa pemagaran di tempat penampungan kayu (TPK) milik perusahaan, karena tindakanya itu Pelaku dikenakan Pasal 335 ayat (1) KUHPidana dan pasal 160 KUHPidana dan atau pasal 167 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman pidana dengan ancaman diatas 5 (lima) Tahun Penjara

Adapun barang bukti yang dijadikan penyidik untuk memproses hukum tersangka diantaranya, 1 (satu) rangkap surat KEPUTUSAN GUBERNUR SULAWESI TENGAH, nomor : 522- 21/ 376/1ppk/BPMP21SPD/2016, 1 (satu) rangkap surat KEPUTUSAN GUBERNUR SULAWESI TENGAH, nomor : 522-21/ 375/ 1ppk/BPMP25SPD/2016, 1 (satu) rangkap surat KEPUTUSAN BUBATI TOJO UNA-UNA, nomor : 188.45/376/ADPUM, 1 (satu) rangkap surat keputusan BUPATI TOJO UNA-UNA, nomor : 188.45/120/ DISTANBUNAKESWAN, 1 (satu) rangkap surat Notaris Perjanjian Logging dan land Clearing, 1 (satu) keping VCD video aksi massa masyarakat terhadap pihak perusahaan TRC (Touna Raya Coconut), 5 (lima) jenis jenis kayu Hutan, 16 (enam belas) jenis kayu Gamal, 2 (dua) unit mobil dump truck merek/jenis Toyota DYNA warna merah, nomor polisi DD 8711 KP dan DD 8982 XI

“Saya selaku Kapolres menghimbau kepada masyarakat, ini dijadikan pelajaran bahwa sahnya untuk berhati hati dalam menyampaikan sesuatu, kalau kita tidak memahami persoalan jangan mengambil persepsi negatif, dengan mengambil kesimpulan sendiri tapi cek & ricek, ada pemda ada aparat penegak hukum Polres Touna apabila tidak mengetahui persoalan untuk ditanyakan” himbau Kapolres pada saat press release

Pada kesempatan ini pula Kapolres menyampaikan bahwa upaya hukum yang telah ditempuh tersangka melalui kuasa hukum dengan Praperadilan di Pengadilan Negeri Poso dan keputusan dari Hakim memenangkan Pihak penyidik Polres Touna yang menetapkan pelaku sebagai tersangka, selanjutnya tersangka beserta barang bukti hari ini diserahkan kepada kejaksaan negeri Touna untuk proses hukum selanjutnya

Kegiatan press release berakhir sekitar pukul 13.30 Wita berlangsung lancar, tertib dan aman.

Penulis : Ridwan Ttnt

Editor   : Umi Fadillah

Publish : Ridwan Ttnt

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password