Polres Kulonprogo, Siapkan Janur Kuning Bagi Pemudik yang Menggunakan Kendaraan Tak Layak Jalan

tribratanews.polri.go.id -jogja- Kulon Progo yang merupakan bagian sebelah barat menjadi pintu masuk para pemudik yang akan masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tidak semua pemudik menyadari seberapa besar potensi bahaya selama perjalanan yang harus dilalui. Demi keselamatan para pemudik tersebut, Ditlantas Polda DIY telah menyiapkan janur kuning sebagai langkah kewaspadaan dan antisipasi kecelakaan bagi pemudik.

Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Latief Usman kepada juru warta TribrataNews menyampaikan, pintu masuk jaluk mudik di Kulonprogo merupakan salah satu check point sasaran pemberian Janur Kuning kepada Pemudik yang melanggar peraturan lalu lintas di jalan.

“Jadi petugas tidak memberikan penindakan repressive terhadap pelanggar, namun diberikan tanda hati-hati agar pelanggar dan pengguna jalan yang ada di sekitarnya meningkatkan kewaspadaan yakni berupa janur kuning,” jelasnya, Kamis (16/6/2017).

Di tempat yang terpisah, senada dengan penjelasan Dirlantas Polda DIY, Kasatlantas Polres Kulonprogo AKP Maryanto, S.H. mengatakan untuk menyambut pemudik di Kulon Progo, pihaknya menyiapkan enam pos pengamanan arus mudik. Salah satu pos nantinya akan mengecek kondisi kendaraan pemudik. Jika mendapati kendaraan pemudik yang tidak layak / berpotensi membahayakan, polisi akan menindaknya.

“Tidak selaiknya berboncengan lebih, baik muatan maupun pemboncengnya. Seperti kendaraan motor, harusnya yang boleh diperboncengkan satu sampai dua, tapi ini sampai tiga lebih. Ada ibu anak di tengah, di depan, terus bawa barang di belakang nanti akan ditindak,” ujar AKP Maryanto, Sabtu, 10 Juni 2017.

AKP Maryanto mengatakan tindakan yang tegas yang akan dilakukan tidak dengan tilang, tetapi dengan teguran baik lisan dan tertulis. Selain itu, ditambah pemberian janur kuning sebagai pertanda telah diperingatkan.

“Ada perintah dari Dirlantas DIY, memberikan tanda janur kuning di spion depan dan di belakang, di handle, jok. Untuk menandai orang ini sudah ditegur,” ujarnya.

Penanda janur kuning itu akan memperingatkan pengendara lainnya untuk lebih berhati-hati saat berada di dekat pengendara tersebut. Program janur kuning itu akan berlaku di DIY, khususnya di wilayah Kulon Progo dan Sleman. “Ini terobosan dari Bapak Dirlantas Polda DIY, khususnya Sleman dan Kulon Progo karena pintu masuk di DIY,” tambahnya.

AKP Maryanto mengatakan program janur kuning baru dilakukan pada tahun ini. Karena diprediksi akan banyak temuan pelanggaran, Polres Kulon Progo kini sibuk mencari janur kuning. Bagi pengendara yang kena serangan janur kuning, harap tanda itu terus dipasang. Jika pengendara itu melepas janur kuning, maka akan kembali terkena serangan janur kuning di pos selanjutnya.

“Misal di Congot dilepas, nanti di Sentolo akan diberikan janur lagi. Diikat biasa dikupas dari lidinya lalu diikatkan di depan dan satunya di belakang,” tutup AKP Maryanto.

penulis : jay
editor : M.Fajar
publish : jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password