Buntuti Pelaku dari Makassar, Pengedar Narkoba Diringkus di Takalar

Artikel, Buntuti Pelaku dari Makassar, Pengedar Narkoba Diringkus di Takalar

Tribratanews.polri.go.id – Takalar Sulsel, Satuan Narkoba Polres Takalar kembali mengamankan seorang pelaku pengedar Narkoba jenis Sabu, Rabu (14/06/17) sekira pukul 23.00 wita di jalur Poros Palleko Kab. Takalar.

Kurir Narkoba yang sejak sore hari dilakukan pengintaian dan membuntuti pelaku dari arah Makassar menuju Kab. Takalar, berdasarkan informasi yang diterima personel narkoba Makassar dan petugas mendapatkan informasi bahwa pelaku akan melakukan transaksi disekitar jalan poros Takalar menuju palleko.

Tersangka yang ciri-ciri sudah diketahui sementara menunggu pembeli dan pada saat melakukan penangkapan, kedua pemuda yang hendak melakukan transaksi kabur menggunakannya sepeda motor sedangkan tersangka berhasil diamankan dan dilakukan penggeledahan.

Dari penggeledahan tersebut, personel menemukan satu sachet sabu yang sengaja di simpan dalam mulut (selip dalam gusi gigi) agar mudah pelaku menghilangkan barang bukti dengan cara meludah.

Penangkapan tersangka dipimpin langsung kanit 2 narkoba aiptu fahriadi dan mengamankan pelaku berinisial Ar alias moka (35) pekerjaan wiraswasta, tercatat sebagai warga Sompu, Kel Sombala Bella, Kec Pattalassang.

Petugas juga menyita barang bukti berupa dan satu sachet sabu, uang 288 ribu, 2 hp serta satu unit motor kawasaki ninja.

Secara terpisah Kasat Narkoba AKP Andis Anshori,S.Si., SIK., membenarkan penangkapan Arfah alias Moka di jalur poros palleko Kab. Takalar kepada Tribratanews melaluli Via selulernya.

Sebelum tertangkap kembali, Arfah alias Moka pernah menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan dengan kasus yang sama yakni Narkoba.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak main-main di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan dan hukum.

Penulis : Bara

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password