Melawan Saat Hendak Ditangkap, Pelaku Curas Dilumpuhkan Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Unit Resmob Polsek Mariso berhasil meringkus pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) di Jalan Rajawali, Selasa (13/06/17).

Pelaku berinisial IK alias Ibala (25) warga jalan Rajawali Makassar diringkus Resmob Polsek Mariso.

Berawal pada saat tim Resmob melakukan patroli sekitar wilayah hukum Mariso kemudian mendapat informasi bahwa pelaku curas yang melakukan aksinya di halaman parkir motor jalan metro samping RS. Siloam Makassar dimana pelaku mengambil 1 set kamera Canon sedang berada di rumah kosnya di Jalan Rajawali.

Tim Resmob Polsek Mariso bergerak menuju TKP dan berhasil menangkap pelaku, setelah diamankan pelaku langsung di bawah untuk menunjukkan barang bukti namun diperjalanan pelaku berusaha kabur dan melawan petugas, kemudian diberikan tembakan peringatan namun tidak dihiraukan sehingga dilakukan tindakan tegas dengan cara melumpuhkan pada bagian betis kaki kanan pelaku.

Pelaku kemudian di bawah ke RS. Bhyangkara untuk mendapat perawatan medis selanjutya di bawah ke Mako Polsek Mariso guna penyidikan lebih lanjut.

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Bara

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password