Tolitoli Kembali Dilanda Banjir Bandang

Tribratanews.polri.go.id – Polres Toli Toli. Pemandangan di salah satu sudut Kota Tolitoli, Selasa (13/6) petang, saat warga bergegas meninggalkan rumah ketika air yang semakin deras mulai memasuki permukiman mereka.

IMG-20170613-WA0901Dua kecamatan di dalam Kota Tolitoli, Sulawesi Tengah, kembali dilanda banjir bandang, Selasa petang sampai malam hari, menyusul hujan deras yang mengguyur kota cengkeh itu sejak Senin (12/6) malam.

“Ada dua kecamatan yang cukup parah dilanda banjir yakni Kecamatan Baolan dan Kecamatan Galang. Ketinggian air berkisar antara 30 cm sampai 2 meter,” kata Kapolres Tolitoli AKBP H Muhammad Iqbal Alqudusy yang dihubungi di Tolitoli, Selasa malam.

IMG-20170613-WA0886Saat ini, kata AKBP H Muhammad Iqbal Alqudusy, air sudah mulai turun karena hujan sudah reda, namun penurunan genangan air sangat lambat.

Tidak ada korban jiwa dalam banjir itu dan kerusakan bangunan serta sarana dan prasarana umum belum bisa diketahui.

Namun, kata AKBP H Muhammad Iqbal Alqudusy, banyak warga yang mengungsi karena genangan air cukup tinggi. Mereka mencari rumah-rumah keluarga dan kenalan di tempat yang tidak terkena banjir untuk berlindung sementara.

IMG-20170613-WA0894“Warga di Jalan Rajawali dan Kakatua, kini mengungsi di samping masjid Baiturrahman Tuweley. Warga Cenderawasih menempati tenda pengungsian BPBD yang didirikan sejak banjir pertama kali terjadi pada 3 Juni 2017,” ujarnya.

Sebagian warga lagi, katanya, diungsikan ke kantor kelurahan, sementara sebagian lagi langsung membersihkan lumpur yang memenuhi rumahnya agar terbawa air yang masih mengalir.

Saat ini, kata AKBP H Muhammad Iqbal Alqudusy, ada empat tenda pengungsi yang disiapkan oleh Dinas Sosial untuk warga yang memerlukan tempat pengungsian.

IMG-20170613-WA0999Warga Kota Tolitoli diimbau untuk tetap waspada dan siaga karena banjir kemungkinan masih melanda sebab air Sungai Dapalak mulai meluap sebagai dampak hujan di bagian hulu.

Sejak banjir bandang 3 Juni 2017, warga sebenarnya sudah mulai membenahi kediamannya dari lapisan lumpur dan sampah yang dibawa banjir, dan menimbulkan debu saat tidak turun hujan, namun saat ini, sampah dan lumpur kembali menutupi rumah-rumah penduduk.

Menteri Sosial Kofifah Indar Parawansa, Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi sudah turun ke Tolitoli untuk menyaksikan dampak banjir dan menyerahkan berbagai bantuan pada pekan lalu.

Salah satu dampak banjir yang masih dirasakan masyarakat Tolitoli sampai saat ini adalah sulitnya memperoleh air bersih karena pipa induk PDAM Tolitoli hanyut di bawah banjir dan masih dalam proses pemulihan saat banjir kedua ini muncul lagi.

Untuk ada mobil  water canon milik Polres Tolitoli yang kemudian dikerahkan untuk membagi-bagian air kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK) selama beberapa hari terakhir.

Editor: Umi Fadilah
Publish: Alam / Veri
Sumber: Antarasulteng.com

Admin Polri55935 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password