Satresnarkoba Polres Sidrap Ringkus Tiga Pengedar Sabu

Tribratanews.polri.go.id – Sidrap Sulsel, Satresnarkoba Polres Sidrap berhasil meringkus tiga orang pengedar narkoba jenis sabu di Jl Bambu Runcing, Kelurahan Rappang, Panca Rijang, Sidrap, Senin (12/6/17) dini hari sekira pukul 00.30 wita.

Ketiga pria yang ditangkap berinisial ZA (29), AR (16) dan RI (41). Penangkapan ketiga pria tersebut berkat informasi dari warga.

Artikel, Satresnarkoba Polres Sidrap Ringkus Tiga Pengedar Sabu1 Artikel, Satresnarkoba Polres Sidrap Ringkus Tiga Pengedar Sabu2 Artikel, Satresnarkoba Polres Sidrap Ringkus Tiga Pengedar Sabu3

Untuk mengelabui ketiganya, Satresnarkoba Polres Sidrap melakukan penyamaran sambil memesan sabu. AR dan RI kemudian datang ketempat yang telah disepakati dengan polisi yang menyamar, untuk memastikan uang yang dibawa.

Beberapa saat kemudian pelaku lain ZA datang membawa tiga saset berisi sabu. Tanpa perlawanan ketiga pelaku kemudian diringkus Polisi.

Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Sidrap untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Atas Penangkapan ini, Polres Sidrap menegaskan bahwa hal ini merupakan wujud dari Komitmen untuk penanggulangan peredaran Narkoba di Kabupaten Sidrap.

Sikap tegas Pemerintah Indonesia untuk melawan narkoba, disikapi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian beberapa waktu lalu. Jenderal Polisi Tito Carnavian menegaskan, pihak kepolisian tidak main-main dalam mengungkap peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan, Kapolri ini menyatakan pihaknya tak segan-segan menembak mati bandar narkoba asing yang berani masuk ke Indonesia.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak main-main di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan dan hukum.

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password