Ops Ramadniya 2017, Pejabat Utama Polda DIY Ikuti Video Conference Rapat Koordinasi Persiapan Arus Mudik Lebaran

cf237e24-0fff-4e03-b2b9-9802fa0ebdea

tribratanews.polri.go.id -jogja- Menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 1438 Hijriyah yang hanya menghitung hari, Kepolisian tengah mematangkan persiapan Operasi Ramadniya 2017. Mabes Polri menggelar rapat koordinasi kesiapan akhir tingkat pusat operasi Ramadniya 2017 dengan beberapa Kementrian yang terkait di Rupatama Mabes Polri Jakarta, Senin (12/6/2017).

Kementerian yang turut hadir dalam rapat koordinasi ini adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Menteri Kesehatan Nila Djuwita D Moelok, Kementerian Komunikasi dan Informasi yang diwakili Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, dan sejajaran Polda dan Polres yang diprediksi akan berdampak aru mudik Lebaran 2017.

Dalam arahannya Kapolri menekankan kepada seluruh jajarannya untuk mengantisipasi adanya penumpukan pada puncak arus mudik Lebaran. Menurut Kapolri puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada Jumat-Sabtu tanggal 23-24 Juni 2017 atau H-1 dan H-2 lebaran.

“Jangan sampai kejadian tahun lalu seperti masalah Brexit terulang kembali, ini juga menjadi atensi pak Presiden, untuk itu dibutuhkan koordinasi dengan instansi terkait dengan Polda jajaran,” ungkapnya.

d9f3bfa8-0adc-49a5-9f70-fe4cdbb26486

Wilayah hukum Polda DIY merupakan wilayah yang tidak hanya tujuan mudik, namun juga wilayah yang akan dilewati arus mudik Lebaran 2017. Menurut Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto S.I.K., M.Sc., setelah mengikuti Video Conference bersama pejabat Utama dan Polres Jajaran Polda DIY di Ruang Vicon Kapolda menyampaikan Polda DIY telah siap menyambut para pemudik yang akan datang dan yang akan melintasi wilayah DIY. Di beberapa titik akan disiapkan Pos Penjagaan yang setiap saat akan memantau situasi di lapangan.

Kabid Humas menambahkan, pada Operasi Ramadniya kali ini Polda DIY telah mencanangkan Serangan Janur Kuning bagi pemudik yang melanggar lalulintas di jalan. Pemberian janur kuning ini sebagai lambang keselamatan.

“Diharapkan dengan pemberian Janur Kuning, setiap pengguna kendaraan yang melihat dan berada dekat dengan kendaraan bersangkutan, akan lebih waspada dan berhati-hati dalam mengendarai kendaraannya,” jelasnya.

penulis : Agung
editor : M. Fajar
publish : jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password