Setubuhi Gadis Diawah Umur Hingga Hamil, Pria Asal Sumberrejo Dibekuk Anggota Polres Bojonegoro

Tribratanews.polri.go.id – Polres Bojonegoro, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Sat Reskrim Polres Bojonegoro pada Jumat (09/06/2017) sekira pukul 14.30 WIB lalu, mengamankan seorang pria berinisial MMD bin SMD (42) warga Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, yang disangka telah melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku megakui perbuatannya telah melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak 2 (dua) kali. Sedangkan korban yang saat ini baru berusia 15 tahun, diketahui hamil dengan usia kandungan 6 bulan.

Berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Polres Bojonegoro, telah ditemukan alat bukti yang cukup, sehingga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini pelaku berikut barang bukti diamankan di Mapolres Bojonegoro, guna proses hukum lebih lanjut.

Menurut Kasubbag Humas Polres Bojonegoro, AKP Mashadi SH, penahanan pelaku bermula dari adanya laporan SM (40) orang tua korban, yang masih tetangga pelaku, sebagaimana Laporan Polisi Nomor LP/186/VI/2017/Jatim/Res.Bjn, tertanggal 03 Juni 2017.

“Berdasarkan laporan tersebut, penyidik segera bertindak dengan melakukan penyelidikan dan melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti.” ungkap AKP Mashadi, Minggu (11/06/2017) pagi.

Selanjutnya, lanjut AKP Mashadi, pada Jumat (09/06/2017) sekira pukul 14.30 WIB lalu, penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Sat Reskrim Polres Bojonegoro, memanggil pelaku MMD bin SMD (42), guna dilakukan pemeriksaan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya, telah melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak 2 kali dan saat ini korban hamil dengan usia kandungan 6 bulan,” lanjut kasubbag Humas.

Masih menurut AKP Mashadi, kronologi persetubuhan tersebut bermula pada hari Jumat (07/10/2016) sekira pukul 10.00 WIB tahun lalu, korban sedang melihat televisi di rumahnya. Tiba-tiba datang tersangka lewat pintu sebalah barat rumah korban. Saat itu korban hendak membukakan pintu rumah bagian depan namun tersangka sudah masuk melalui pintu samping dan langsung mendekap tubuh korban serta membekap mulut korban dengan kedua tangannya.

“Saat itu tersangka sambil berkata, jangan bilang ibumu!, setelah itu, tersangka melepasi baju dan celana korban yang selanjutnya melakukan persetubuhan terhadap korban,” terang AKP Mashadi mengutip keterangan saksi korban.

Setelah tersangka melakukan persetubuhan tersebut, tersangka mengancam korban dengan kata-kata, “Kalau kamu bilang siapa-siapa, tak bunuh!,” lanjut AKP Mashadi.

Setelah melakukan persetubuhan yang pertama, rupa-rupanya perbuatan tersangka tidak hanya sampai disitu saja. Pada hari Jumat (25/11/2016) sekira pukul 10.00 WIB, dengan cara yang hampir sama dengan peristiwa persetubuhan yang pertama, dimana saat itu korban sedang melihat televisi di rumahnya, tersangka kembali melakukan perbuatannya dengan memaksa korban untuk melakukan persetubuhan yang kedua kalinya. Karena korban takut terhadap ancaman tersangka, korban tidak berani bilang pada siapapun.

“Namun akhirnya perbuatan tersangka terungkap setelah diketahui korban hamil dengan usia kandungan 6 bulan dan orang tua korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bojonegoro,” imbuh AKP Mashadi.

Secara terpisah Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi ketika dihubungi melalui sambungan seluler pada Minggu (11/06/2017) pagi, membenarkan telah dilakukan penahanan terhadap pelaku persetubuahan terhadap anak dibawah umur.

“Saat ini pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Polres Bojonegoro untuk menjalani proses hukum selanjutnya,” terang Kapolres.

Adapun barang bukti yang diamankan bersama pelaku berupa, obat pil sebnyak 4 strip berisi 48 butir, 1 (satu) lembar kertas yang ditulisi tersangka tentang aturan minum obat, 1 (satu) rok warna hitam motif bunga, 1 (satu) kaos warna merah, 1 (satu) BH warna ungu, 1 (satu) celana dalam warna putih dan 1 (satu) buah sarung warna abu-abu kombinasi hitam.

Atas perbuatannya, pelaku disangka telah melanggar Pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Karena telah melakukan tipu muslihat untuk melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

“Tersangka diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5 milyar,” pungkas Kapolres.

 
Penulis : Yudie
Editor : Umi Fadilah
Publish : Jokosembung

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password