Asik Perta Sabu, Empat Warga Wajo Ditangkap Reskrim Polsek Keera

Tribratanew.polri.go.id – Wajo Sulsel, Kanit Reskrim Polsek Keera Ipda Chandra Said bersama anggotanya berhasil mengamankan warga yang sedang berpesta narkoba, Sabtu (10/6/17) kemarin.

Dari tangan tersangka telah diamankan beberapa barang bukti diantaranya satu buah botol berisikan satu saset sabu yang sudah digunakan, lem fox, alat isap, korek gas, Hp 5 buah dan dompet yang berisikan uang sebanyak 3 juta.

Kanit Reskrim Polsek keera menjelaskan bahwa setelah dilakukan introgasi masing-masing tersangka berinisial A, MA, U dan NA mengakui barang bukti yang ditemukan ditempat kejadian perkara semua adalah miliknya sehingga pihak kepolisian mengambil tindakan lalu mengamankan ke mapolsek.

Keempat tersangka bersama barang buktinya diserahkan ke Sat Narkoba Polres Wajo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Selatan kian marak. Hal itu terlihat dari banyaknya pengungkapan kasus dan rehabilitasi penyalahguna narkoba. Beragam upaya, baik penindakan dan pencegahan pun terus digalakkan. Utamanya upaya memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.

Kepala Biro Napza dan HIV/AIDS Provinsi Sulsel, Endang Sukarsih mengatakan, sinergitas seluruh pihak sangat diperlukan untuk memerangi narkotika. Terlebih, sangat banyak pintu masuk, baik itu jalur utama maupun jalur tikus dari para penyelundup narkotika.

“Ada 62 pintu masuk terutama jalur laut di Sulsel yang bisa dimasuki untuk mengedarkan narkoba. Untuk mengantisipasinya, diperlukan sinergitas instansi, seperti Dinas Perhubungan,” kata Sri beberapa waktu lalu.

Khusus pintu masuk peredaran narkotika, dibutuhkan adanya pengawasan khusus dan penjagaan berkelanjutan di tiap pelabuhan. Dengan pengawasan melekat tersebut, akan mempersempit ruang gerak para penyelundup narkotika.

Akademisi dari Unismuh Makassar, Arqam Azikin, mengatakan narkotika termasuk extra-ordinary crime alias kejahatan luar biasa. Artinya, penanganannya pun membutuhkan usaha-usaha ekstra. Narkotika dilanjutkannya memang merupakan ancaman generasi muda dan membahayakan ketahanan bangsa.

“Program pencegahan narkoba yang dilakukan BNN merupakan salah satu program nasional pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang harus didukung oleh segala elemen. Mengenai kepemimpinan, haruslah mempunyai agenda kepemimpinan yang terstruktur dalam hal penanganan narkoba,” tuturnya.

Penulis : Rosdiana

Editor : Astuti

Admin Polri54024 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password