Kapolda Bali Hadiri Acara Pembukaan Pesta Kesenian Bali Ke-39

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose dan Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Barbara Golose menghadiri acara pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39 tahun 2017 di Panggung Terbuka Ardha Chandra Art Center, Denpasar, Sabtu (10/6).

Acara pembukaan PKB secara resmi ditandai dengan pemukulan kentungan secara bersama-sama oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, S.H., Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Wakil Gubernur Bali Drs. I Ketut Sudikerta dan Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, S.Sos., M.Si.

Dalam sambutannya, Made Mangku Pastika mengatakan, penyelenggaraan PKB diarahkan sebagai upaya penggalian, pelestarian dan pengembangan seni tradisional yang telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Bali. Kegiatan ini sangat strategis dalam merevitalisasi nilai-nilai kesenian untuk mampu berintegrasi dan beradaptasi serta menyelaraskan diri dengan dinamika jaman, sehingga tetap hidup dan berfungsi dalam masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Bali sudah melakukan berbagai upaya pembinaan seni budaya, salah satunya melalui penyelenggaraan PKB.  Kegiatan PKB melibatkan seluruh seniman yang ada di Bali,” ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

 Mantan Kepala BNN ini menambahkan, PKB merupakan wahana untuk mempresentasikan hasil karya seni unggulan dan keagungan peradaban Bali yang secara filosofis bermakna peningkatan kualitas dan pembentukan karakter sumber daya manusia masyarakat Bali. Sebagai acara puncak apresiasi bagi seniman yang rutin diadakan setiap tahun, PKB sangat dibanggakan dan dinantikan seluruh masyarakat Bali.

PKB ini akan digelar sebulan penuh dari tanggal 10 Juni sampai dengan 8 Juli 2017. Kegiatannya diformulasikan dalam bentuk pawai, pagelaran, lomba atau parade, pameran dan sarasehan, dengan menampilkan 230 sekeha kesenian dari seluruh kabupaten kota se-Bali dengan didukung sekitar 17 ribu seniman. Disamping itu, sebagaimana penyelenggaraan kegiatan tahun sebelumnya, pada tahun ini PKB juga memberi kesempatan pada kesenian daerah dari luar Bali bahkan dari luar negeri, untuk turut berpartisipasi.

Peserta dari luar daerah berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yogyakarta, Kalimantan Tengah, serta dari kota Blitar, Bangkalan dan Magelang. Sementara partisipasi dari luar negeri yaitu India, Jepang, Prancis, Timor Leste dan Tunisia. Kehadiran kesenian luar daerah dan luar negeri dipandang sangat penting dalam memperkaya warna PKB.

“Kegiatan ini sebagai wahana saling mengisi dan menukar pengalaman dan pengetahuan kebudayaan, baik antar seniman maupun antar komponen masyarakat daerah, sekaligus sebagai ruang diplomasi kebudayaan dalam memperkaya khasanah budaya bangsa,” terangnya.

Sementara, Puan Maharani yang mewakili Presiden Republik Indonesia menyampaikan, PKB merupakan wahana unjuk ekspresi, kreatifitas dan inovasi sekaligus prestasi seniman Bali untuk ditampilkan. Tidak hanya pada masyarakat Bali tapi juga untuk masyarakat dunia. Seni budaya Bali, saat ini sudah mendunia, sembilan Tarian Bali yang sudah menjadi warisan dunia yaitu Tari Barong Ket, Tari Joged Bumbung, Tari Legong Kraton, Drama Tari Wayang Wong, Drama Tari Gambuh, Topeng Sidarkaya, Tari Baris Upacara, Tari Sanghyang Dedari dan Tari Rejang.

Semua tari itu menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia, atas pengakuan yang diberikan oleh lembaga dunia, atas eksistensi Tarian Bali dalam kebudayaan dunia. Puan Maharani juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, yang mengundang daerah lain bahkan negara lain, untuk ikut berkontribusi dalam pagelaran seni. Seni dan budaya merupakan salah satu instrumen untuk mengharmonisasikan seluruh sendi-sendi kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bagi Indonesia, seni dan budaya merupakan salah satu pilar didalam membangun kepribadian bangsa yang berbhineka tunggal ika, memperkuat kearifan lokal sebagai falsafah nilai dalam hidup berbangsa dan bernegara.  Selain untuk memperteguh seni budaya Bali, melalui kegiatan PKB ini diharapkan dapat memberikan dampak bagi perekonomian berbasis budaya.

“Dengan semangat cinta seni budaya, kita perteguh jiwa Bhineka Tunggal Ika dalam berbangsa dan bernegara,” tegas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani.

Selain Kapolda Bali, hadir dalam acara tersebut yaitu Para Sulinggih, Walikota Denpasar, Anggota DPD RI, Bupati se-Bali, Forkopimda Provinsi Bali, Budayawan dan Seniman Bali. Untuk memeriahkan acara tersebut, ditampilkan Drama Tari Musikal berjudul Kresna Dwipayana, sebuah kisah dari Kitab Adhiparwa dalam Epos Mahabharata.

Penulis  : I Ketut Bina Wartawan

Editor    : Umi Fadilah

Publish  : I Putu Suwardhana.M

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password