Pelaku Aksi Bakar Orang di Makassar Menyerahkan Diri ke Polsek Mariso

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Pelaku penganiayaan menggunakan bahan bakar berupa bensin akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian Polsek Mariso usai melukai 3 orang korbannya di Jl. Dahlia No. 16 Makassar.

Pelaku MA(26) menyerahkan diri ke Polsek Mariso tidak lama setelah tersangka menyiram ke dalam rumah korban berupa bahan bakar jenis bensin dan membakar serta melukai tiga orang korban, Sabtu (10/06/17).

Motif dari penganiayaan itu diketahui di sebabkan karena ketersinggungan. dimana pelaku kesal dan marah kepada korban yang berada dalam rumah karena menganggap telah merusak motor milik tersangka lk MA(26) yang akan digunakan bekerja sebagai juru parkir.

Lalu tersangka lk MA(26) mengancam membakar rumah korban. Kemudian tersangka lk MA(23) mencari jeregen lalu bergegas pergi membeli bahan bakar minyak jenis bensin.

Setelah tersangka lk MA(26) membeli bahan bakar minyak jenis bensin kemudian tersangka lk MA(23) kembali ke rumah korban dan langsung menyiramkan ke dalam rumah yang mana terdapat tiga korban di dalam rumah tersebut. Lalu tersangka lk MA(26) menyalakan api dengan menggunakan korek gas sehingga korban tersebut mengalami luka bakar yang serius.

Adapun ketiga korban yang berinisial lk ST(60), lk SI(38), pr RN(07) yang mengalami luka bakar di larikan ke rumah sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis.

Selanjutnya sekitar pukul 13.05 wita, tersangka lk MA(26) dititipkan ke piket Sat Reskrim Polrestabes Makassar guna menjalani proses pemeriksaan.

Penganiayaan pada akhir-akhir ini sering terjadi dimana-mana, bahkan beritannya sering muncul di stasiun-stasiun TV, penganiayaan dilakukan karena berbagai masalah, kadang-kadang penganiaayan terjadi hanya karena masalah sepeleh saja misalnya akibat tersinggung, salah paham, dendam, dan masih banyak lagi.

Dalam Islam kita diajarkan untuk menolong orang yang dianiaya (dizalimi) bahkan syariat juga mengajarkan untuk menolong orang yang menzalimi, Apa maksudnya?

Dari Anas radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

 “Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.”

Kemudian ada seseorang bertanya tentang bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim?

Beliau menjawab, “Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.” (HR. Bukhari, no. 6952; Muslim, no. 2584)

Berarti kita hanya menolong orang yang dizalimi atau disakiti, seperti dipukul dan dirampok. Namun orang yang menzalimi juga ditolong yaitu mencegah ia dari berbuat jahat berarti sudah menolongnya dari berbuat dosa.

Bisa jadi kita mengatakan pada yang ingin berbuat zalim, “Stop, berhenti.”

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz, mufti Kerajaan Saudi Arabia di masa silam berkata,

“Jika ada saudaramu yang menzalimi lainnya, maka katakanlah pada orang yang ingin berbuat zalim, “Jangan perbuat seperti itu, berhentilah!”

Jika ada yang ingin menzalimi dengan mengambil harta orang lain, maka tahanlah atau cegahlah dia. Itu termasuk menolongnya jika memang engkau punya kemampuan untuk mencegahnya.

Bentuk menolong orang yang berbuat zalim adalah mencegahnya dari kejahatan dirinya dan dari kejahatan setannya. Itu termasuk pula mencegah setannya berbuat jahat dan mencegahnya dari hawa nafsu yang batil.” (Lihat Fatwa Syaikh Ibnu Baz di sini: http://www.binbaz.org.sa/node/11388)

Penulis : Bara

Editor : Astuti

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password