Dua Spesialis Pelaku Curanmor Di Bone Ditangkap Polisi, Satu Diantaranya Ditembak

Tribratanews.polri.go.id – Bone Sulsel, Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang kerap beraksi di Wilayah Kabupaten Bone akhirnya diungkap unit 1 Reserse Mobile (Resmob) Polres Bone Sulawesi Selatan, satu diantaranya dihadiahi timah panas petugas, Sabtu (10/6/17).

Pelaku yang diketahui bernama Nopriansyah Tahir Alias Nopri (19) warga jalan Sungai Asahan, Kelurahan Ta, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone tersebut ditangkap di Desa Tajjuncu Kecamatan Donri-donri Kabupaten Soppeng oleh Resmob Polres Bone dipimpin Ipda Putut Yudha Pratama, Stk yang diback up Resmob Polres Soppeng dipimpin oleh Aiptu Asdar, sekira pukul 02.30 Wita.

Penangkapan bermula dari penyelidikan  aparat terhadap laporan pencurian warga pada Jumat (9/6), terkuak pelaku berada di wilayah Kabupaten Soppeng dan berhasil di tangkap.

Dihadapan petugas, Nopri mengaku telah melakukan pencurian motor sebanyak lima kali di Bone dan bahkan ia melakukan aksinya tersebut ditemani rekannya yang diketahui bernama Hasbi Akib alias abby (24) warga Kelurahan lonrae, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.

Pukul 06.00 Wita, Aparat melakukan pengembangan dan langsung menuju ke Lonrae. Alhasil, Abby bersama barang bukti hasil curian lima sepeda motor berbagai merk berhasil diamankan.

Namun ditengah kesibukan aparat dalam menyita barang bukti tersebut, Nofri mencoba melarikan diri, tembakan peringatan ke udara tiga kali oleh aparat tidak dihiraukannya, dan akhirnya tersungkur di tanah usai diberikan tembakan terukur dan timah panas bersarang di betis kiri dan kanan Nofri.

“pelaku mencoba mengelabui petugas, ditengah kesibukan aparat dalam menyita barang bukti ia (Nofri) malah melarikan diri, akhirnya kami lumpuhkan,” tutur Ipda Putut Yudha

Pelaku yang menderita luka tembak itu lalu dilarikan ke klinik Bhayangkara Watampone untuk mendapatkan perawatan medis.

“Usai mendapatkan perawatan, kedua tersangka dan barang buktinya kami giring ke Polres Bone untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tutup Yudha.

Masyarakat mengeluhkan makin banyaknya aksi pencurian kendaraan bermotor. Kalau di rata-rata hampir tiap hari ada pencurian kendaraan bermotor. Para pencuri pun juga semakin nekat dan berani.

Seperti yang dikeluhkan oleh sebagian besar masyarakat, dimana ulah pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) semakin merajalela. Bukan hanya di tempat sepi, para pelaku curanmor pun juga tak berpikir panjang berulah di lokasi yang penuh keramaian.

Bahkan, aksi pencurian kendaraan bermotor makin terbilang nekat melakukan aksi kejahatannya, meskipun di lokasi yang ramai, juga banyak terjadi seperti di areal parkiran. Pelaku berulah dengan cepat, sehingga sulit terlacak oleh pemilik kendaraan. Peralatan mencuri kendaraan bermotor pun semakin canggih.

Penyebab pencurian pun juga beragam dan terkesan banyak juga yang sepele. Ada yang ditaruh di parkiran kemudian raib, lantas ada juga yang diserobot di jalan, bahkan ada juga yang karena sepele seperti karena ditinggal memancing, ditinggal belanja di dasar dan lainnya.

Dengan kondisi semacam itu, maka hal ini memberi sinyal kepada kita semua para pemilik motor untuk lebih ekstra hati-hati dan waspada bahwa pelaku-pelaku pencuri motor mengintai kekayaan motor kita. Bisa jadi, semakin banyaknya motor yang dicuri lantaran jumlah sepeda motor juga bertambah sangat banyak di masyarakat. Maka wajar jika pencurian sepeda motor juga banyak yang memenuhi laporan kantor polisi.

Kita tentu tidak bisa melarang pengetatan kepemilikan sepeda motor di masyarakat. Karena bagaimana pun alat transportasi ini memang dibutuhkan masyarakat untuk kemudahan mobilitas. Namun yang bisa dilakukan adalah memberikan imbauan agar masyarakat pemilik sepeda motor lebih berhati-hati dan waspada. Ketika ditinggal parkir maka harus dipastikan sepeda motor sudah terkunci.

Jangan sampai angka pencurian sepeda motor terus bertambah di masyarakat. Hal itu akan menjadi preseden buruk bagi rasa keamanan masyarakat. Meski sebenarnya penyebab kriminalitas pencurian sepeda motor itu bukan semata-mata karena faktor aparat keamanan tetapi juga karena keteledoran pemilik yang menyebabkan munculnya kesempatan pelaku beraksi.

Untuk itu, kita semua berkewajiban mengeliminasi kasus-kasus pencurian sepeda motor. Tugas terdepan memang ada di pundak aparat kepolisian selaku penjaga keamanan masyarakat. Kita khawatir jika setiap hari masyarakat disuguhi kasus-kasus atau kejadian pencurian sepeda motor maka akan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat akan minimnya rasa aman. Atau setidaknya masyarakat akan berkurang rasa percayanya kepada kinerja aparat kepolisian.

Untuk itu, salah satu cara lain untuk menekan maraknya aksi pencurian sepeda motor ini adalah dengan melakukan tindakan keras dan tegas kepada pencuri sepeda motor itu. Sehingga akan meningkatkan rasa aman di mata masyarakat, utamanya bagi pemilik kendaraan sepeda motor.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Astuti

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password