Polres Gorontalo Kota Gelar Press Release Hasil Ops Cipkon Bulan Ramadhan 1438 H/2017

Tribratanews.polri.go.id – Polda Gorontalo, Bertempat di lobi Polres Gorontalo Kota telah dilaksanakan Press Release hasil Ops Cipkon menjelang bulan ramadhan 1438 H / 2017 M, yang disampaikan oleh Kasat Reskrim AKP Tumpal Aleksander dan Kasat Narkoba AKP Handy Seno Nurgoho, berikut barang bukti hasil Operasi berupa makanan kadaluarsa dan kosmetik tanpa label serta sepeda motor yang digunakan untuk balap liar.

Operasi Cipta Kondisi ini dilaksanakan guna meminimalisir adanya aksi tindak kejahatan dan pelanggaran yang akan mengganggu pelaksanaan ibadah di bulan ramadhan.

Hasil operasi Cipta Kondisi yang digelar selama 12(dua belas) hari ini, Polres Gorontalo Kota telah mengamankan kosmetik dan obat yang tidak memenuhi standar keamanan dan tidak layak edar, sejumlah makanan kadaluarsa atau melewati masa expair dan 10 (sepuluh) unit sepeda motor yang digunakan untuk balapan liar.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota, AKP Tumpal Alexander menyampaikan, dari aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), “Kami telah menyita makanan yang diduga telah kedaluarsa dari sejumlah swalayan di Kota Gorontalo,”

Selain itu, kami juga mengamankan kosmetik dan obat yang tidak memenuhi standar keamanan dan tidak layak edar.

“Kita masih melakukan penyelidikan terkait barang temuan ini, untuk tindakan yang akan diambil bagi pemilik barang,” kata Kasat Reskrim.

Ia menambahkan, untuk motor sitaan yang digunakan untuk balapan liar di tangani oleh Satuan Lalu Lintas, kosmetik dan obat ditangani oleh Satuan Narkoba dan makanan kedaluarsa oleh Satuan Reskrim.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Gorontalo Kota, AKP Handy Seno Nugraha menambahkan, obat-obat yang disita pada operasi itu didapatkan dari sebuah gudang.

“Obat itu kami sita karena diduga tidak memiliki izin edar dan gudang tersebut tidak memiliki izin menyimpan.

Untuk langkah selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan maupun Dinas Kesehatan.

“Jika terbukti bersalah, pemilik obat dan gudang itu dapat dikenakan pasal 198 UU kesehatan, dengan ancaman denda maksimal Rp100 juta,” ujarnya.

Sedangkan untuk kosmetik yang ditemukan di swalayan, di sita karena diduga tidak memiliki syarat edar, dan melanggar pasal 62 UU perlindungan konsumen. Tutup Seno

Penulis         : Asna Dehi

Editor           : Umi Fadilah

Publish         : Fandi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password