Coba Kabur dan Lawan Petugas, Residivis Kasus Pencurian Didor Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar berhasil meringkus spesialis pelaku pencurian dalam rumah dan motor di kelurahan Pattunuang Kecamatan Wajo, Jumat (09/06/17).

Tersangka berinisial “FN” ini dibekuk Satreskrim Polrestabes Makassar saat telah menjalankan aksinya membobol salah satu rumah warga, namun mirisnya saat ingin ditangkap tersangka melakukan perlawanan dan berusaha kabur dari serangan aparat kepolisian.

Sehingga pihak kepolisian Satreskrim Polrestabes Makassar mengambil tindakan tegas dengan cara melumpuhkan dengan timah panas mengenai bagian betis kaki kirinya.

Pelaku yang merupakan residivis kasus pencurian itu langsung tersungkur ditanah, usai ditembak. Pelaku FN ini kemudian dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Makassar, guna mendapatkan perawatan medis.

Dari hasil interogasi warga Kabupaten Bantaeng ini mengakui bahwa dirinya kerap melakukan aksi pencurian rumah pada tengah malam saat penghuninya tertidur lelap. Selain itu, ia juga mengakui bahwa dirinya juga sebagai spesialis pencurian motor dan telah beraksi sebanyak 10 kali di wilayah hukum Polrestabes Makassar.

Selanjutnya tersangka beserta barang bukti diamankan di Mako Polrestabes Makassar untuk penyidikan lebih lanjut.

Mencuri pada dasarnya adalah perbuatan yang kurang terpuji, dan perbuatan yang kurang terpuji itu berpotensi dosa. Orang yang menjadi korban pencurian adalah orang yang paling dirugikan oleh aktititas si “panjang tangan” ini dan si pelaku yang melakukan tindak kejahatan ini tentu akan dihukum sesuai dengan undang undang yang berlaku.

Seseorang yang melakukan pencurian apa saja, pencurian motor, pencurian barang eletronik dan sebagainya dikarenakan terdapat niat dan kesempatan dari pelakunya. Seseorang kalau sudah berniat jelek atau berniat melakukan perbuatan yang tidak baik, apakah itu mencuri dan lain sebagainya, adalah perbuatan terencana. Jika itu dilakukan dalam rangka untuk berniat menghabisi nyawa orang lain, apa pun motifnya, mendapat ancaman hukum berat. Mengapa terancam hukuman berat? Ya karena sudah ada niat untuk melakukan hal ini.

Jika niat sudah kuat, apa pun bisa dilakukan. Kesempatan bisa diciptakan karena memang sudah ada niat kuat melakukan perbuatan yang tidak terpuji itu. Lain halnya jika kesempatan yang dia inginkan, atau dibuat tidak terlaksana dengan baik, ini bisa dikatakan niatnya terkendala. Lain halnya jika si pelaku sadar walaupun kesempatan berbuat jelek sudah dia ciptakan, tapi kalau si pelaku berubah pikiran bisa saja dia mengurungkan niatnya untuk berbuat jahat.

Niat amat berperan penting dalam hidup seseorang. Niat yang sudah benar benar tertanam dalam dada seseorang akan dieksekusi dan akan dilaksanakan jika sudah datang masa (waktu) yang tepat. Bahkan jika niat sudah membara, apalagi niat yang baik, tentu akan melakukan apa saja agar niat baiknya terwujud. Anda punya niat menyumbang, maka anda bisa menyumbang di mana saja bisa anda lakukan. sama halnya jika anda punya niat jelek. Jika niat jelek sudah ada diotak anda, maka apapun akan anda lakukan agar niat jelek anda itu terwujud. Niat adalah biang keladi dari semua tindak kejahatan dimuka bumi ini.

Kesempatan (opportunity). Ini juga ada kaitannya dengan niat. Jika tidak ada niat jahat dalam diri seseorang, walaupun didepannya ada kesempatan, maka sudah dipastikan orang itu tidak akan melakukan tindak kejahatan. Bahkan orang itu bisa saja mengembalikan kepada yang berhak atasnya. Sebagai contoh yang amat sederhana adalah menemukan dompet di jalan. Jika orang itu berniat baik, maka ia akan mengembalikan dompet beserta isinya itu kepada pemiliknya.

Jadi, kesempatan itu bersifat relatif. Jika anda memang sudah dari awal punya niat jelek, kesempatan bisa diciptakan, Dan jika ada kesempatan terbuka tentu akan anda ambil. Namun jika anda memang tidak punya niat jelek, atau niat berbuat tidak baik, maka kesempatan terbuka pun tidak akan ada perdulikan.

Motif Ekonomi. Salah satu unsur yang tidak kalah penting “mengapa orang mencuri” adalah motif. Motif seseorang melakukan suatu kegiatan tentu mempunyai maksud dan tujuan yang hanya dimengerti oleh yang bersangkutan. Seseorang mencuri sesuatu yang bukan miliknya dari orang lain mempunyai motif tertentu.

Ekonomi. Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian baik curas (pencurian dengan tindak kekerasan) maupun pencurian dalam bentuk yang lain. Orang mencuri karena ingin mempertahankan hidupnya. Mencuri untuk makan. Barang hasil curiannya kemudian dijual kepada pihak lain (penadah-red), dan uang hasil penjualan barang curiannya itu digunakan untuk keperluan hidup dirinya maupun anggota keluarganya.

Mungkin saja motif Ekonomi, ini sekilas masuk akal. Orang akan mati jika tidak makan. Dan salah satu cara untuk bisa makan adalah dengan mencuri. Dari hasil curiannya itulah akan dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli makanan kepada anak istri dan anggota keluarganya.

Maksudnya baik, hanya saja caranya tidak baik. Mencuri adalah perbuatan melawan hukum (against the law-red) dan si pelaku harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Haruskah kita maklumi orang yang mencuri karena untuk menyambung hidupnya atau mencuri untuk makan sehari hari? Apapun alasannya, mencuri itu tetap tidak bisa dibenarkan an melanggar ketentuan Undang-Undang Hukum Pidana, dimana pelakunya akan dihukum sesuai perlakuannya.

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Astuti

Admin Polri56695 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password