Srikandi Polres Bone Terjun Langsung Bagikan Takjil Ke Kaum Dhuafa

Tribratanews.polri.go.id – Bone Sulsel, Untuk kali ketiga program tahunan Polisi Wanita (Polwan) Polres Bone kembali sambangi kaum dhuafa dan fakir miskin. Srikandi yang berjumlahkan 44 personil terjun langsung membagikan takjil jelang buka puasa di berbagai wilayah di Kabupaten Bone hingga ke penumpang Feri penyeberangan Pelabuhan Bajoe, Kamis (8/7/17).

Dari pantauan tribratanews, 220 kotak makanan yang dikemas dalam kantong kresek dibagikan di empat wilayah, diantaranya Pasar sentral Bone, Kampung Bajo/pelabuhan penyeberangan Bajoe, jalan Jenderal Sudirman dan perkampungan Laccokkong.

“Sengaja kami terjun langsung dan sebar paket takjil agar pembagian takjil tepat sasaran,” kata Polwan senior Polres Bone Akp Zulaeni R. Tampilang.

“Program Tahunan Polwan Polres Bone Berbagi dirangkaikan dengan Hut Bhayangkara ke-71 Tahun 2017,” merupakan tema kamanusian tahun ini.

Diberitakan sebelumnya, jelang Ramadhan 1438 Hijriah, Para Srikandi ini juga telah membagikan paket sembako ke kaum Dhuafa.

Dikatakan, Sumber dana pembagian takjil tersebut murni sumbangsih dari 44 Polwan Polres Bone yang terkumpul selama satu tahun dan rutin di bagikan di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.

“Kami jamin, ini merupakan rejeki halal dari penghasilan kami yang disisihkan selama setahun untuk dibagi bagikan di bulan Puasa, insyallah berkah untuk semua,” tutur Zulaeni.

Dikompirmasi terpisah, Brigpol Rosnaeni yang bertugas di Sat Lantas Polres Bone  mengatakan pembagian takjil dibagikan mulai dari tukang becak, sambangi langsung rumah warga kurang mampu, hingga ke penumpang Feri di pelabuhan Bajoe.

” ini bentuk rasa syukur kami khususnya Polwan Polres Bone di Bulan yang penuh keberkahan,” singkat Eni.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa,

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192)

Disalin dari rumaysho.com, Al Munawi rahimahullah menjelaskan bahwa memberi makan buka puasa di sini boleh jadi dengan makan malam, atau dengan kurma. Jika tidak bisa dengan itu, maka bisa pula dengan seteguk air.

Ath Thobari rahimahullah menerangkan, “Barangsiapa yang menolong seorang mukmin dalam beramal kebaikan, maka orang yang menolong tersebut akan mendapatkan pahala semisal pelaku kebaikan tadi. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kabar bahwa orang yang mempersiapkan segala perlengkapan perang bagi orang yang ingin berperang, maka ia akan mendapatkan pahala berperang. Begitu pula orang yang memberi makan buka puasa atau memberi kekuatan melalui konsumsi makanan bagi orang yang berpuasa, maka ia pun akan mendapatkan pahala berpuasa.”

Di antara keutamaan lainnya bagi orang yang memberi makan berbuka adalah keutamaan yang diraih dari do’a orang yang menyantap makanan berbuka. Jika orang yang menyantap makanan mendoakan si pemberi makanan, maka sungguh itu adalah do’a yang terkabulkan. Karena memang do’a orang yang berbuka puasa adalah do’a yang mustajab. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda.

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396), Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

Apalagi jika orang yang menyantap makanan tadi mendo’akan sebagaimana do’a yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam praktekkan, maka sungguh rizki yang kita keluarkan akan semakin barokah. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii” [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku. (HR. Muslim no. 2055).

Tak lupa pula, ketika kita memberi makan berbuka, hendaklah memilih orang yang terbaik atau orang yang sholih. Carilah orang-orang yang sholih yang bisa mendo’akan kita ketika mereka berbuka. Karena ingatlah harta terbaik adalah di sisi orang yang sholih. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada ‘Amru bin Al ‘Ash,

“Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta di tangan hamba yang Shalih. (HR. Ahmad 4/197).

Dengan banyak berderma melalui memberi makan berbuka dibarengi dengan berpuasa itulah jalan menuju surga. Dari ‘Ali, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” (HR. Tirmidzi no. 1984)

Penulis : Harmeno

Editor : Astuti

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password