Peringatan World Ocean Day dan Coral Triangle Day di SUPMN Kota Agung Tanggamus Lampung

Tribratanews.polri.go.id – Polda Lampung / Polres Tanggamus. Tanggamus. Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhiali, S.Ik., M.Si., menghadiri dan melakukan penanaman pohon dalam rangka Peringatan World Ocean Day dan Coral Triangle day atau biasa disebut peringatan hari kelautan dunia yang dilakukan oleh sekolah usaha perikanan menengah (SUPM) Tanggamus, acara ini bertujuan kampanye bersama melindungi laut, Kamis (8/6/17).

Turut hadir,  Wakil Bupati Tanggamus Hi.Samsul Hadi, perwakilan sekda Tanggamus, Dandim 0426 Letkol Inf Hista Soleh Harahap, Kepala Badan Satpol PP Yumin BA, dan segenap undangan dari yatim piatu serta kaum duafa.

Dalam sambutannya Kepala SUPM Melion Ericson menyampaikan, bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari surat edaran badan riset kementerian kelautan dan perikanan, penetapan hari laut dunia yang dilakukan PBB, deklarasi juanda, dan sebagainya yg berkaitan dengan kelautan dunia.

“Laut kita ternyata harus dijaga, bukan hanya oleh Angkatan Laut dan pol airud, tapi semua lapisan masyarakat yang ada. Selain Filipina dan thailand yang ditugaskan agar memperhatikan kawasan laut mereka oleh PBB, kita juga dituntut untk berperan serta,” terangnya.

Melion menambahkan, menurut data yang ada, Di Indonesia 1650 spesies bergantung pada terumbu karang, segitiga terumbu karang merupakan tempat berkembang biaknya spesies laut, 75 persen dari seluruh spesies mangrove atau bakau berasal dari tumbuhan dan 51 ribu meter persegi terdiri dari terumbu karang atau 20 persen dari total terumbu karang dunia.

“Ekosistem terumbu karang Indonesia menyimpan keragaman hayati yang tinggi didunia, contoh saja terdapat 2.500 jenis ikan, 2500 jenis moluska, dan 1500 jenis udang-udangan, belum lagi hiu, paus, pari dan penyu,” ungkapnya.

Membangkitkan ekowisata disektor kelautan, lanjut Melion, harus sejalan dengan peningkatan, penangkapan dan penjualan ikan. “Seperti di Papua, ada tuna, untuk Lampung ada nibung atau marline. Bicara potensi, maka harus ada alat tangkap yang modern atau kapal yang besar. 25 persen dari pendapatan kotor nasional kita bersumber dari pesisir,” paparnya.

Ia juga menyinggung perihal has pengelolaan sumber daya laut, seperti tempat pelelangan ikan (TPI) yang sangat kumuh, penuh dengan sampah plastik yang tentunya membahayakan ekosistem laut. “Kita harus meningkatkan kesadaran masyarakat, kami akan membentuk kelompok yang peduli terhadap sampah plastik, sifat kegiatan peduli terhadap pantai. Kita galakkan gerakan laut bebas plastik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihak SUPM memberikan bantuan kepada sejumlah yatim piatu dan kaum duafa sebagai bentuk kepedulian SUPM terhadap masyarakat sekitar.

Hal senada disampaikan wakil bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi, bahwa stakeholder dan masyarakat harus menjaga dan menyelamatkan ekosistem laut, kampanye dirasa olehnya tidak akan cukup. “Kita harus terjun secara langsung untuk melakukan, tingkatkan kesadaran, dan membuat aturan-aturan yang baik,” ucapnya.

Diakui olehnya, pihak Pemkab Tanggamus akan membangun destinasi wisata yang berguna untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.” Pemkab berencana membangun sektor ekowisata yang bermanfaat, baik bagi masyarakat maupun ekosistem laut itu sendiri,” jelasnya. (*)

Penulis : Yusuf / N.Muslih
Editor : Umi Fadilah
Publish : N.Muslih Lpg

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password