Bersama Santri Dan Ulama , Polres Probolinggo Kota Tanam Mangrove Sebagi Wujud Peringati Hari Lut Sedunia

Tribratanews.polri.go.id-Polda Jawa Timur, Hari Laut Sedunia atau World Oceans Day yang jatuh setiap tanggal 8 Juni, merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk mengingatkan seluruh orang di dunia tentang peranan penting laut dalam kehidupan sehari-hari. Hari laut menjadi kesepakatan global untuk meningkatkan kesadaran, memberikan solusi keberlangsungan dunia dengan laut yang sehat.

Untuk itu, Polresta Probolinggo beserta Bhayangkari menggelar kegiatan tanam mangrove bersama Ulama dan puluhan Santri yang berada di Kota Probolinggo. Meskipun menjalankan ibadah puasa, tidak menyurutkan semangat anggota Polres dan para ulama serta santri untuk menanam mangrove, Kamis (7/6/2017) sekitar pukul 07.00 wib.

bhayangkari probolinggo tanam mangrove

Bertempat di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, kegiatan tanam mangrove dimulai dengan menanam mangrove di area hutan.

Sebagian polisi maupun santri baru pertama kali mengenal lebih dekat dan menanam mangrove, tumbuhan benteng alami dari tsunami ini. “Baru pertama kali ke sini, lihat dan tanam mangrove. Kesannya wow,” ujar Sholihin, santri dari Ponpes Riyadlus Sholihin Ketapang.

Bapak Muchlis selaku Nominator peraih Kalpataru dari Menteri Lingkungan Hidup Tahun 2013 yang turut hadir dalam penanaman mangrove sangat terkesan dengan kegiatan yang diinisiatori oleh Kapolresta Probolinggo. “Tidak banyak masyarakat yang peduli dengan pentingnya Mangrove bagi lingkungan. Ini justru Kepolisian sendiri yang datang dan mengajak Ulama serta Santri untuk menanam mangrove. Saya sangat berterima kasih,” jelas peraih penghargaan Gubernur Jatim Kategori Perintis Lingkungan ini.

probolinggo dan santri tanam mangrove

Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal, SH. S.IK. M.Hum. menjelaskan bahwa Mangrove sangat penting untuk ekosistem laut dan habitat binatang di sekitarnya. “Selain sebagai pemecah gelombang, Mangrove juga mencegah intrusi / pencegahan air laut ke tanah daratan yang mengakibatkan air menjadi payau dan tidak bisa dikonsumsi. Selain itu juga sebagai pencegah erosi dan abrasi / pengikisan permukaan tanah akibat hempasan air laut,” jelasnya.

“Untuk itu kami mengajak para Ulama dan Santri agar lebih peduli terhadap lingkungan yang ada di sekitar kita. Kalau bukan kita, siapa lagi,” tambahnya.

Penulis                       : Herry

Editor                        : Umi Fadilah

Publish                      : Sugeng P

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password