Tim Parakang Polrestabes Makassar Berhasil Menjaring 160 Unit Sepeda Motor yang Digunakan Balap Liar

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Kabag Ops Polrestabes Makassar AKBP Syamsu Ridwan memberikan arahan kepada “Tim Parakang” untuk mengantisipasi balap liar dan kasus 3C (Curas, Curat, Curanmor) diwilayah Makassar, Rabu (07/06/17).

Tim Parakang yang dibentuk khusus pada bulan suci Ramadhan ini oleh Polrestabes Makassar tersebut merupakan personil gabungan dari sat Reskrim, Intel dan Narkoba Polrestabes Makassar maupun Polsek Jajaran yang berjumlah 150 orang dan dipimpin oleh Kabag Ops Polrestabes Makassar AKBP Syamsu Ridwan.

Dimana “Tim Parakang” telah di ploting sesuai zona masing–masing kelompok untuk mengantisipasi balap liar yang marak pada bulan suci ramadhan, mereka sudah terjadwal sebagai petugas untuk mengantisipasi hal–hal yang tidak diinginkan,”Ujar Kabag Ops.

AKBP Syamsu Ridwan menjelaskan bahwa personil dikerahkan dititik–titik yang diindikasi digunakan sebagai tempat balap liar.

“Selain mengantisipasi balap liar tim Parakang ini juga mengantisipasi kasus Curas, Curat, Curanmor (3C) atau Begal dimana salah satu fenomena yang marak terjadi di setiap bulan ramadhan, ucap Syamsu Ridwan.

Sebelumnya 10 ramadhan kemarin  “Tim Parakang” berhasil menjaring sebanyak 160 unit sepeda motor yang kerap di gunakan untuk balapan liar dan di sinyalir juga di gunakan untuk melakukan tindakan Kriminal, kami juga sudah menangkap 3 pelaku Curas,” Pungkas Syamsu Ridwan.

Balapan liar adalah kegiatan beradu cepat kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, yang dilakukan diatas lintasan umum. Artinya kegiatan ini sama sekali tidak digelar dilintasan balap resmi, melainkan di jalan raya. Biasanya kegiatan ini dilakukan pada tengah malam sampai menjelang pagi saat suasana jalan raya.

Tidak jarang dari kegiatan yang mereka lakukan ini berawal dari rasa iseng atau persaingan untuk memperoleh sesuatu hal, mengadu kecepatan motor yang dimilikinya, berebut pacar atau uang yang dipertarukan sebagai tujuan dari kegiatan lomba liar ini. Usia muda yang belum sampai berfikir 2 kali akan sebab dan akibatnya jika terjadi pada diri mereka.

Sebelum melakukan lomba balapan liar sepeda motor biasanya mereka terlebih dahulu mengadakan perjanjian untuk melakukan di suatu tempat, setelah itu mereka mempersiapkan dan memperbaiki kendaraannya, menambah dan memodifikasi motornya agar bisa berjalan secepat mungkin dalam balapan liar tersebut.

Adapun yang menyebabkan remaja masuk kedalam dunia balap liar ada beberapa faktor diantaranya.

  1. Tidak mempunyai seorang panutan dalam memahami nilai- nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.
  2. Pengaruh lingkungan kehidupan social yang tidak baik seperti lingkungan yang dekat dengan arena balap.
  3. Memiliki hobby bahkan potensi untuk menjadi pembalap namun bakatnya tidak bisa disalurkan karena minimnya dana yang dimiliki dan arena balap yang kurang memadai.

Selain itu beberapa akibat dari balapan liar cukup mengkhawatirkan diantaranya.

  1. Kematian

Pembalap sangat mudah kecelakaan karna mereka melaju dengan kecepatan tinggi, apabila ada kelalaian sedikit, yang terjadi adalah kecelakaan. Kecelakaan itupun relatif keras sehingga akibat nya adalah kematian.

  1. Nilai Pendidikan

Nilai Pendidikan Rendah Balapan liar relatif selalu di lakukan di malam hari, ini menyebabkan para siswa tidak belajar. Nilai mereka pun rendah daripada siswa yang tidak mengikuti balapan liar.

  1. Dijauhi lingkungan social

Kebanyakan siswa-siswa yang mengikuti balapan liar ialah siswa yang nakal, otomatis lingkungan sosial/ masyarakat menjauhi mereka karena rasa tidak senang.

Penulis : Bara

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password